Madrid Mati-matian Hingga Detik Akhir di Ajang Piala Copa Del Rey

Mbappe saat protes kepada wasit. Foto: via MD

edisiana.com – Real Madrid nyaris tenggelam, tapi tetap hidup. Los Blancos harus bertahan mati-matian hingga detik terakhir untuk mengamankan kemenangan dramatis 3-2 atas Talavera de la Reina pada Kamis dini hari, sekaligus memastikan tiket ke babak 16 besar Copa del Rey.

Malam penuh ketegangan, kepanikan, dan penyelamatan heroik di Talavera.

Gol pertama Madrid datang pada menit ke-41. Kylian Mbappé, dingin dan tanpa ampun, mengeksekusi penalti setelah Marcos Moreno melakukan handball di kotak terlarang. Sebuah pukulan telak bagi tuan rumah.

BACA JUGA:  Brighton Menang Tipis Melawan Fulham

Lima menit berselang, pasukan Xabi Alonso menggandakan keunggulan dengan cara yang ironis. Mbappé kembali menjadi aktor utama, menusuk sisi kanan dan mengirimkan umpan silang rendah.

Namun nasib berkata lain bagi Talavera: bola membentur kaki Farrando dan berakhir di gawangnya sendiri. Madrid unggul 2-0, tampak nyaman… terlalu nyaman.

Babak kedua mengubah segalanya. Talavera bangkit, menekan, dan memaksa Madrid mundur jauh ke wilayahnya sendiri. Ancaman demi ancaman mulai berdatangan.

Menit ke-80, stadion bergemuruh. Montero mengirimkan umpan silang ke tiang jauh, dan Nahuel Arroyo menyambutnya dengan sempurna. Bola bersarang di gawang Lunin. Skor berubah 1-2. Aroma comeback mulai terasa.

BACA JUGA:  Fulham dan Liverpool Akhirnya Seri 2-2

Drama memuncak di menit ke-91. Isaiah Navarro melepaskan tendangan bebas keras dari tepi kotak penalti—bola membentur mistar!

Namun Di Renzo datang lebih cepat dari siapa pun dan menyambar bola rebound ke gawang. Talavera memperkecil kedudukan menjadi 2-3. Madrid terpojok. Panik. Tertekan.

Detik-detik terakhir menjadi neraka bagi Los Blancos. Di menit ke-93, Lunin tampil sebagai penyelamat. Refleks luar biasa sang kiper mementahkan peluang emas Talavera dan menggagalkan gol penyeimbang yang nyaris memaksa perpanjangan waktu.

BACA JUGA:  Johnson Prediksi Jawara Liga Inggris: Chelsea, City atau Liverpool?

Peluit panjang berbunyi. Real Madrid lolos, tapi dengan luka. Talavera kalah, namun pulang dengan kepala tegak. Sebuah malam Copa del Rey yang gila, penuh emosi, dan tak akan mudah dilupakan.(maq)