edisiana.com – Michael O’Neill tahu betul bahwa laga kontra Luksemburg di atas kertas seharusnya menjadi ajang berpesta gol. Namun manajer Irlandia Utara itu tak terpaku pada skor.
Ia melihat sesuatu yang lebih penting: tiket play-off yang akhirnya diamankan—hasil maksimal untuk tim yang finis hanya di posisi ketiga Grup A.
Bagi O’Neill, itu sudah kemenangan tersendiri. Irlandia Utara kini selangkah lebih dekat ke impian besar: kembali ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1986. Maret nanti akan menjadi bulan penentu.
“Terkadang kami sedikit kurang beruntung dengan beberapa keputusan yang merugikan kami, dan juga dengan cedera pemain,” kata O’Neill, dikutip dari BBC sedikit menyuarakan frustrasi musim ini.
“Namun di atas lintasan, kami telah membuat banyak kemajuan. Dan itu memberi kami optimisme besar untuk pertandingan di bulan Maret,” imbuhnya.
Optimisme diperlukan—karena jalan yang menanti tidak mudah.
Di play-off, Irlandia Utara berpotensi berhadapan dengan raksasa-raksasa yang sudah kenyang pengalaman laga besar: Italia, Polandia, Ukraina, atau Turki. Lawan-lawan yang bukan hanya kuat, tapi terbiasa hidup dalam tekanan turnamen besar.
Namun O’Neill memilih untuk fokus pada modal utamanya: tim muda yang terus tumbuh.
Generasi baru Irlandia Utara mungkin belum punya nama besar, tapi mereka punya energi, keberanian, dan—yang terpenting—kepercayaan dari sang manajer.
Di tangan O’Neill, perjalanan ini bukan hanya soal lolos ke Piala Dunia, tapi membangun fondasi baru sepak bola Irlandia Utara.
Maret akan menjadi ujian. Tapi setidaknya, kini mereka tiba di gerbang itu dengan kepala tegak.(maq)










