edisiana.com – Arsenal terlalu kuat untuk Burnley hingga menang telak 5-0 di Turf Moor. The Gunners pun berhasil menjaga jarak dengan Liverpool yang unggul dua poin di puncak klasemen.
Gol Arsenal pada laga, Sabtu malam itu dibuka dari Martin Odegaard, Saka (dua), Leandro Trossard dan Kai Havertz membuat The Gunners kembali mencatat kemenangan.
Namun gol kedua Arsenal, dan gol pertama Saka, mungkin yang paling signifikan, karena itu berarti tim Arteta memecahkan rekor klub yang hampir berusia dua dekade.
Tendangan penalti bintang Inggris itu pada menit ke-41 merupakan gol bola mati ke-24 Arsenal musim ini, melampaui rekor 23 gol yang dicetak pada musim 2004/05.
Yang paling mengesankan, masih ada 13 pertandingan tersisa di musim 2023/24, yang menunjukkan pentingnya bola mati bagi Arteta dan kawan-kawan.
Selain itu, ini juga pertama kalinya tim London Utara memenangkan lima pertandingan liga pertama mereka dalam satu tahun kalender. Yang pertama kalinya mereka mencetak lima gol atau lebih dalam pertandingan tandang Premier League berturut-turut.
Sejauh ini di tahun 2024, The Gunners telah mengalahkan Crystal Palace 5-0, Nottingham Forest 2-1, Liverpool 3-1, West Ham 6-0 dan kini Burnley 5-0.
“Kami sangat senang karena ini adalah tempat yang sulit dan Burnley sangat kompetitif dalam pertandingan besar yang mereka mainkan sejauh musim ini,” kata Arteta seperti dilansir MetroSports pada Ahad ini.
“Secara individu dan kolektif, tujuan bermain, performa para pemain, bahkan saat skor 3-0 4-0 mereka menginginkan lebih. Cara mereka melacak kembali pada menit ke-96 memberi tahu Anda bagaimana perasaan mereka,” tambahnya.
Hasil ini membuat mereka kembali terpaut dua poin dari Liverpool dan dan unggul dua poin dari Manchester City. Yang signifikan Arsenal kini memiliki selisih gol yang lebih unggul dibandingkan rival mereka dalam meraih gelar juara.
“Saat ini yang bisa kami lakukan hanyalah memenangkan pertandingan kami dan setelah dua kemenangan tandang besar kami. Kami akan menghadapi pertandingan sulit di Liga Champions di Porto,” tutur Arteta.
“Saya harap kami bisa melakukannya [memenangkan gelar] karena kami ada di sana, tapi ini soal konsistensi dan bisa melihat standar tim lain. Kami menginginkannya, itu sudah pasti,” terang pelatih asal Spanyol itu.(maq)










