edisiana.com – Kualifikasi Piala Dunia memanas—dan kali ini bukan karena gol, kartu, atau VAR—melainkan tuduhan sihir!
Pelatih Nigeria, Eric Chelle, melepaskan tudingan yang membuat seluruh Afrika terbelalak: DR Kongo diduga memakai voodoo saat adu penalti yang menyingkirkan Super Eagles.
“Selama adu penalti, orang dari RD Kongo itu melakukan voodoo. Itu membuatku gugup,” kata Chelle dikutip dari Daily Mail pada Senin ini
Saat diminta memperagakan momen yang ia lihat, Chelle mengayunkan lengannya ke udara, menirukan gestur misterius dari kubu lawan.
“Sesuatu seperti itu… saya tidak tahu apakah itu air atau apa,” tambahnya—seolah masih mencoba memahami apa yang baru terjadi.
Dari kubu DR Kongo? Tidak ada ruang untuk drama tambahan. Mereka membantah tegas tudingan itu dan menilai Chelle hanya mencari alasan atas kekalahan pahit Nigeria.
DUA PIALA DUNIA TANPA NIGERIA?
Nigeria, yang selama tiga dekade terakhir menjadi ikon Afrika di Piala Dunia, kini menghadapi skenario mimpi buruk:
dua edisi beruntun tanpa tiket ke panggung terbesar sepak bola dunia.
Padahal segalanya sempat berjalan mulus.
Baru tiga menit laga berjalan, Frank Onyeka mengirim Nigeria memimpin. Tetapi Meschack Elia membalas setelah menit ke-30, membuka pintu bagi drama adu penalti yang penuh kontroversi itu.
Di titik penentuan, kapten DR Kongo, Chancel Mbemba, kembali menjadi pahlawan. Setelah gol pentingnya di semifinal, kini ia mengirim negaranya selangkah lebih dekat ke Piala Dunia lewat penalti dingin yang membungkam stadion.
DR KONGO TERBANG KE PLAY-OFF!
Dengan kemenangan ini, DR Kongo melaju ke play-off antarbenua Maret mendatang, tempat enam negara akan bertarung habis-habisan demi dua tiket Piala Dunia yang tersisa.
Nigeria? Mereka pulang dengan luka, frustrasi, dan tudingan voodoo yang kini jadi bahan pembicaraan paling panas di benua Afrika.(maq)











