Bola  

Salah Rindu “Heavy Metal Football”, Liverpool Dinilai Kehilangan Identitas

Salah, merupakan pemain Liverpool yang akan dilepas akhir musim ini. Foto: via MetroSports

edisiana.com – Krisis yang sedang melanda Liverpool FC kembali memunculkan suara-suara kritis dari dalam. Kali ini datang dari sang bintang, Mohamed Salah, yang berharap The Reds kembali memainkan sepak bola “heavy metal.”

Komentar itu disampaikan Salah melalui unggahan di media sosial X, di tengah menurunnya performa tim asuhan Arne Slot.

Kekalahan dramatis 4-2 dari Aston Villa FC membuat Liverpool tercecer di posisi kelima klasemen Liga Premier dan gagal mengamankan tiket Liga Champions lebih cepat.

Bagi Salah, hasil tersebut bukan sekadar kekalahan biasa. Penyerang asal Mesir itu menilai identitas Liverpool perlahan mulai memudar.

BACA JUGA:  Cuci Gudang! Real Madrid Siap Depak Enam Pemain, Alaba di Barisan Terdepan

“Saya ingin melihat Liverpool kembali menjadi tim penyerang ‘heavy metal’ yang ditakuti lawan dan kembali menjadi tim yang memenangkan trofi,” kata Salah dinukil dari ESPN pada hari ini.

“Itulah gaya sepak bola yang saya tahu cara memainkannya dan itulah identitas yang perlu dipulihkan dan dipertahankan untuk selamanya,” lanjutnya.

Pernyataan itu langsung memancing perhatian publik Inggris. Legenda klub, Steven Gerrard, menilai komentar Salah merupakan sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak berjalan baik di ruang ganti Liverpool.

BACA JUGA:  Persib Bandung Bikin Keajaiban, Singkirkan Selangor di Detik Terakhir!

“Saya pikir dia sedang mengirim pesan ke luar bahwa ada sesuatu yang tidak beres di ruang ganti Liverpool. Identitasnya telah hilang dan itu benar-benar menyakitinya melihat hal tersebut terjadi di depan matanya sendiri,” ujar Gerrard.

“Dia sangat jarang berbicara. Tapi komentar itu cukup memberatkan bagi manajer Liverpool dan stafnya terkait kondisi tim saat ini,” sambung mantan kapten The Reds tersebut.

Kini tekanan terhadap Arne Slot semakin besar. Di tengah performa yang inkonsisten, tuntutan untuk mengembalikan DNA agresif Liverpool. Yakni gaya bermain intens dan menyerang yang identik dengan era kejayaan mereka — semakin nyaring terdengar dari Anfield.(maq)