edisiana.com – Son Heung-min telah meminta maaf atas kegagalannya melawan Manchester City dalam momen menentukan dalam perburuan gelar Liga Premier.
Tottenham Hotspur dalam pertandingan itu memiliki banyak peluang. Di antaranya yang didapat pemain asal Korea Selatan itu.
Saat Brenan Johnson memanfaatkan kesalahan Manuel Ajakanji, Son mendapat kesempatan berlari ke gawang. Ia hanya berhadapan dengan Stefan Ortega.
Sektika para penggemar Arsenal , City dan Spurs menahan nafas mereka. Son yang biasanya klinis menghadapi kiper City Ederson, kini tidak mampu mengalahkan Stefan Ortega, yang kakinya blokir dan menyelamatkan tim Pep Guardiola.
Pep Guardiola yang di pinggir lapangan sempat menjatuhkan diri akhirnya lega. Pasalnya, bila skor menjadi 1-1 akan mengubah permainan. Dan akan membangkitkan semangat tim tuan rumah.
Penggemar Arsenal sektika marah, menuduh Son sengaja menghilang. Namun kegagalan tersebut juga berdampak buruk bagi Spurs yang harapan mereka untuk lolos ke Liga Champions pupus.
‘Saya juga manusia.Kiper membuat keputusan yang sangat bagus dan membuat dirinya menjadi besar,” kata Son dikutip MetroSports pada hari ini.
“Tetapi saya mengambil tanggung jawab untuk tidak mencetak peluang besar itu bagi tim, karena tim bekerja sangat keras dan berusaha mendapatkan hasil yang bagus,” tambahnya menegaskan.
Sedangkan manajer Spurs Ange Postecoglou, mendapat kritik keras dari para penggemarnya.Kekalahan lantaran fondasi rapuh yang dia khawatirkan akan membangun Spurs.
“Kita harus memahami bahwa ini adalah tahun pertama sang pelatih dan dia membawa begitu banyak hal positif dan sepak bola yang berbeda,” kata Son membela bosnya.(maq)









