edisiana.com – Newcastle United lepas dari kutukan. Mereka akhirnya bisa meraih gelar setelah 70 tahun tanpa satu trofi pun.
Penggemar Newcastle merasa timnya dikutuk setelah gagal memenangkan trofi sejak Piala Inter-City Fairs 1969 atau trofi domestik sejak Piala FA 1955.
Tiga puluh klub liga Inggris yang berbeda telah memenangkan trofi utama sejak saat itu. Mereka kalah di final Piala FA 1998 dan 1999, dan kemudian di final Piala Carabao 2023 melawan Manchester United.
“Kutukan itu tidak pernah ada bagi saya,” kata Eddie Howe pelatih Newcastle seperti dinukil dari BBC terkait dengan dugaan para penggemarnya.
“Dengan penantian yang begitu lama untuk sebuah trofi, saya yakin semua orang tidak akan pernah melupakannya. Ada berbagai cara untuk memenangkan trofi. Dan hari ini adalah cara terbaik untuk memenangkannya,” imbuhnya menjelaskan lagi.
Berbicara tentang apa yang dipelajarinya dari kekalahan 2-0 di Wembley dua tahun lalu, Howe mengaku sangat emosional.
“Anda bisa merasakannya pada para pemain dan penonton. Saya rasa itu tidak membantu penampilan kami. Kali ini kami mencoba menyingkirkan hal-hal yang mengganggu dan membuatnya mirip dengan persiapan Liga Primer,” tutur Howe.
Newcastle yang berada di posisi keenam Liga Premier pantas menjadi pemenang, meskipun berakhir dengan akhir yang menegangkan.
“Sulit rasanya ketika Liverpool mencetak gol. Saya berpikir tentang perpanjangan waktu. Kami selalu mempersulit diri sendiri, jadi skor tidak akan pernah menjadi 2-0,” lanjutnya.
Howe menjadi manajer Inggris pertama yang memenangkan trofi utama di negara ini sejak Harry Redknapp mengangkat Piala FA 2008 bersama Portsmouth.(maq)











