Korban Pancung Karam yang Ditemukan Meninggal Jadi 16 Orang, 20 Masih Hilang

597
Lima jenazah boat pancung yang karam di Tanjung Balau kembali ditemukan pada Kamis pagi. Foto: Harian Metro

Malaysia, edisiana.com – Petugas Maritim Malaysia kembali menemukan lima jenazah penumpang bot pancung yang karam di perairan Tanjung Balau, Johor, Malaysia pada Kamis pagi, 15 Desember 2021. 

 Menurut Pengarah Operasi Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) Johor, Kepten Maritim Simon Templer Lo Ak Tusa, mayat yang ditemukan tersebut, tiga lelaki dan dua wanita.

Ia menambahkan mayat pertama yang ditemukan adalah laki-laki. Yang ditemukan 6.45 pagi sekitar j 10 meter dari Pangkalan Hadapan Carilamat (PHC) di Pantai Tanjung Balau.

BACA JUGA:  Dari Kekerasan Fisik, Digital Hingga Pilkada Serentak

“Kemudian mayat kedua juga lelaki ditemukan pada 6.52 pagi dengan jarak masing-masing 100 m dari PHC. Dan dua mayat lagi masing-masing lelaki dan perempuan ditemukan pada 7.30 pagi, dua kilometer dari PHC,” jelas Simon seperti dilansir Harian Metro pada hari ini. 

“Mayat kelima yakni wanita ditemukan pada 7.45 pagi dengan jarak 2.5 km dari PHC,” imbuhnya. 

BACA JUGA:  Yang Positif Covid-19 Tambah 151, Seorang Perawat Meninggal

Simon menjelaskan dengan penemuan ini, jumlah korban keseluruhan ditemukan  30 warga Indonesia yakni 14 mangsa selamat, dan 16 orang meninggal dunia.

Ia juga melanjutkan, APMM bersama agensi lain akan meneruskan operasi mencari dan menyelamat (Op Carilamat) terhadap 20 korban yang masih belum ditemukan.

Sebab tragedi bot maut ini membawa  50 penumpang dari Kepulauan Riau ini karam di Tanjung Balau, Rabu malam kemarin. 

BACA JUGA:  Pasien Covid yang Sembuh di Riau Capai 13.857 Orang

“Op Carilamat hari ini, telah melakukan pencarian di sekitar perairan Tanjung Balau dengan  Kapal Maritim (KM) Tegas dan bot Petir 50 Maritim Malaysia serta kapal agensi lain. Selain itu juga melalui udara seluas 76.5 batu nautika dengan menggunakan sebuah pesawat udara AW139 milik APMM,” katanya.(maq)

BAGIKAN