edisiana.com – Kekalahan Manchester United dari rival sekota, Manchester City, dalam Derby Manchester akhir pekan lalu terus menjadi sorotan tajam dari para pengamat sepak bola.
Salah satunya datang dari legenda klub, Peter Schmeichel, yang menilai United keliru dalam strategi rekrutmennya musim panas ini, khususnya perekrutan Benjamin Sesko.
Dalam laga yang digelar di Stadion Etihad pada Minggu lalu, tim asuhan Ruben Amorim gagal memberikan perlawanan berarti. Manchester City tampil dominan dengan kemenangan 3-0 berkat sundulan Phil Foden dan dua gol dari Erling Haaland.
Benjamin Sesko, yang direkrut dari RB Leipzig dengan nilai transfer mencapai £73 juta, belum mampu mencetak satu gol pun sejak bergabung.
Schmeichel mempertanyakan keputusan klub memboyong penyerang asal Slovenia itu, mengingat posisi lain yang menurutnya lebih mendesak untuk diperkuat.
United juga mendatangkan Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo untuk menambah kedalaman lini serang. Namun, menurut Schmeichel, investasi seharusnya difokuskan pada sektor penjaga gawang dan gelandang tengah. Ia menyoroti perekrutan kiper muda Senne Lammens, yang baru tampil 54 kali di Liga Pro Belgia sebelum direkrut ke Old Trafford.
“Cunha, misalnya, dalam tiga pertandingan yang dimainkannya — ia bahkan ditarik keluar sangat awal saat melawan Burnley. Tapi saya melihat potensi di sana, sesuatu yang bisa dibangun,” ujar Schmeichel, dikutip dari MetroSports, Selasa ini.
“Bryan Mbeumo juga begitu, ya, sangat bagus. Itu langkah maju dalam pengembangan tim,” lanjutnya.
Namun, Schmeichel tetap menegaskan keraguannya terhadap keputusan klub mendatangkan Sesko. “Tidak ada maksud pribadi terhadapnya, saya hanya tidak mengerti mengapa kami harus merekrut penyerang ketiga, atau orang ketiga di posisi itu,” tambahnya.
Kritik Schmeichel ini menambah tekanan terhadap Ruben Amorim, yang sejauh ini belum mampu mengangkat performa Setan Merah secara signifikan di awal musim.(maq)









