Karier Mandek, 5 Pemain MU Terbuang Makan Gaji Buta

Manchester United berupaya membarter Alejandro Garnacho dengan Nkunku, pemain Chelsea. Foto: MetroSports

edisiana.com – Manchester United menghadapi situasi pelik dengan lima pemainnya yang kini terpinggirkan dari skuad utama. Marcus Rashford, Antony, Jadon Sancho, Alejandro Garnacho, dan Tyrrell Malacia telah “dimasukkan ke dalam kotak” oleh manajer baru, Ruben Amorim. Hingga pertengahan Juli, kelima pemain tersebut belum juga terjual ke klub lain, sementara gaji mereka tetap berjalan—memunculkan kekhawatiran bahwa mereka akan menjadi beban gaji semata.

Sejak 4 Juli, United secara resmi mengumumkan bahwa kelima pemain ini telah meminta izin untuk meninggalkan klub dan tidak akan berlatih bersama skuad utama. Bahkan, melansir BBC pada hari ini, nomor punggung 10 milik Marcus Rashford telah diberikan kepada Matheus Cunha, yang baru didatangkan dari Wolves—sebuah sinyal kuat bahwa Rashford sudah tidak masuk rencana Amorim.

Terisolasi dari Tim Utama

Kelima pemain tersebut kini berlatih secara terpisah dan tidak memiliki akses penuh ke fasilitas latihan di Carrington. Mereka hanya diizinkan masuk untuk keperluan medis dan rehabilitasi, dan itu pun dibatasi hingga Amorim dan tim utama berangkat latihan.

Para pemain ini dijuluki internal sebagai bagian dari “pasukan penjinak bom”, istilah yang menggambarkan mereka sebagai ‘bom waktu’ yang harus ditangani klub.

Mereka diizinkan menggunakan lapangan untuk latihan ringan atau menggabungkannya dengan latihan di luar area Carrington, yang saat ini sedang dalam tahap renovasi besar.

Namun dari sudut pandang Amorim, masa depan mereka di klub sudah selesai. Tak ada sinyal bahwa mereka akan mendapat kesempatan kedua—seperti yang sempat terjadi musim lalu antara Sancho dan mantan manajer Erik ten Hag.

BACA JUGA:  Bintang Andalan City Absen Melawan Liverpool di Semifinal FA

Negosiasi dalam Posisi Lemah

Musim panas lalu, Sancho sempat dimasukkan kembali ke dalam skuad untuk tur pramusim di Amerika Serikat, sebelum akhirnya dipinjamkan ke Chelsea. Saat itu, United masih berusaha menjaga nilai jual sang pemain dengan menciptakan kesan bahwa ia masih punya tempat.

Kini, situasinya berbeda. Dengan Amorim yang secara terbuka menyingkirkan kelima pemain, klub-klub lain tahu bahwa United terdesak untuk melepas mereka. Hal ini membuat posisi tawar Setan Merah sangat lemah di pasar transfer, berpotensi harus menjual dengan harga diskon atau hanya bisa melepas lewat kesepakatan pinjaman.

Krisis Gaji dan Aset Tidak Produktif

Kelima pemain ini memiliki gaji tinggi—khususnya Rashford, Antony, dan Sancho—dan jika mereka tidak segera dilepas, klub akan terus membayar mahal untuk aset yang tidak produktif.

BACA JUGA:  Klopp: Kami Memang Tidak Keren

Di tengah ambisi Amorim membangun ulang skuad sesuai visinya, keberadaan mereka menjadi hambatan finansial dan strategis.

United harus segera mencari solusi: apakah dengan menjual cepat meski rugi, meminjamkan, atau bahkan memutus kontrak. Satu hal yang jelas—Amorim tidak melihat mereka sebagai bagian dari masa depan Manchester United.(maq)