Pesona Ombak Bono 7 Lapis (Bagian-2): Ghost Seven Muncul Kala Purnama Tiba

394

Riau, edisiana.com – Bagi orang yang suka olahraga bernyali, khususnya bagi peselancar, Ombak Bono, Teluk Meranti, Pelalawan, Riau, adalah tempatnya. Sebab menyedot ardenalin yang luar biasa.

Para peselancar akan berselancar mengikuti ombak Bono dalam waktu yang cukup lama. Kurang lebih 20 menit. Yang tingginya mencapai 6 meter, berkecepatan 40 km per jam.

Uniknya Ombak Bono terjadi ketika purnama. Yakni bulan November dan Desember. Di mana volume air sungai meningkat drastis serta aliran air dari beberapa anak sungai membuat daerah hilir Sungai Kampar ini memiliki gelombang yang sangat tinggi.

BACA JUGA:  21 Nakes di Pekanbaru Tak Divaksin, Kenapa?

Ditambah pula, arus air dari Laut Selat Malaka dan Laut Cina Selatan bertemu dengan aliran muara Sungai Kampar. Penyempitan pertemuan arus ini akan membentuk gelombang besar.

Gelombang inilah yang banyak mengundang peselancar dari mancanegara, Jerman, Inggris dan lainnya untuk menjajal liarnya ombak Bono. Apalagi saat ini Pemerintah Kabupaten Pelalawan sering mempromosikan keluar. Dengan eventnya: Festival Bekudo Bono bertemakan “Seven Day for Seven Ghost.“

Saat ini cuma, perlu penataan potensi daerah tersebut dengan menjadikannya paket-paket wisata. Karena untuk menarik wisatawan lebih besar lagi, selain promosi, perlu penataan prasarana dan sarana.

BACA JUGA:  Terkait Tol Rengat-Jambi, Sekda Sudah Tanda Tangan, Tinggal Gubernur Lagi

Mulai dari perhotelan, homestay bagi para wisatawan mancanegara, pondok-pondok tempat pemandian, sarana transportasi pantai dan sebagainya.
“Selama ini pusat menganjurkan bagaimana menarik investor luar datang ke daerah dan menanamkan investasinya. Namun ketika investasi itu datang, daerah hanya tinggal jadi penonton. Ini yang mau saya ciptakan agar peluang ini bisa direbut,” terang Bupati Pelalawan, HM Harris seperti dikutip gagasanriau.com.

Menurut Harris, perkiraan untuk penataan sarana penunjang wisata Bono sedikitnya perlu anggaran dana Rp5 miliar. “Ini diluar infrastruktur jalan lintas bono,” ujarnya.

BACA JUGA:  Menko Ajak Dubes AS dan Kanada Lihat Potensi Investasi di Batam

Sebenarnya potensi wisata itu bukan saja saat gelombang bono besar sejak September-Desember. Karena saat bono kecil, sepanjang kawasan itu jadi hamparan pantai yang bisa diciptakan wisata pantai yang juga menarik. Seperti paket tur wisata pantai menggunakan kendaraan khusus seperti ATV (All Terrain Vehicle) dan kehidupan dengan masyarakat tempatan.

Apalagi di kawasan objek wisata Bono, akan dijual berbagai kerajinan masyarakat tempatan seperti tikar pandan yang bisa digunakan untuk santai sambil menikmati ombak di pinggir pantai Bono.(maq /habis)

BAGIKAN