Bos Spurs: Saya Hanya Ingin Menang

15
Ange Postecoglou meluapkan kemarahan karena timnya dibobol Haaland. Foto: via Daylimail

edisiana.com – Manajer Tottenham, Hotspur Ange Postecoglou kecewa tidak bisa memberikan gelar kepada Arsenal. Kekalahan ini dinilainya lantaran lini belakang yang rapuh.

Pasukan Postecoglou perlu mengalahkan City di Stadion Tottenham Hotspur untuk menjaga harapan finis empat besar tetap hidup, tetapi kalah 2-0.

“Fondasinya sangat rapuh. Padahal dalam 48 jam terakhir mereka telah menunjukkan hal itu kepada saya. Baik di dalam klub, di luar klub. Di mana-mana. Ini latihan yang menarik. Itu dari pengamatan saya,” terang Ange Postecoglou dikutip dari BBC pada hari ini.

BACA JUGA:  Brendan Rodgers Terkagum-kagum dengan Akrobatik Ramsdale

Sementara itu menjelang pertandingan, Postecoglou dibingungkan oleh beberapa fans Spurs yang senang kalah dari City karena akan merusak peluang Arsenal meraih gelar.

Tapi Spurs tetap memberikan perlawanan yang kuat melawan City. Sayang gol pembuka Erling Haaland pada menit ke-51 disambut dengan teriakan pendukung tuan rumah. “Hey! apakah Anda menonton Arsenal?” teriak superter tuan rumah.

BACA JUGA:  Spurs Bangkit Lagi, Kane Cetak Dua Gol

Postecoglou mengaku ulah superter ini sangat  mempengaruhi para pemainnya di lapangan. “Tentu saja begitu. Memang begitulah adanya. Saya tidak bisa mendikte apa yang dilakukan orang,” jawabnya.

“Mereka diizinkan untuk mengekspresikan diri mereka sesuka mereka. Tapi ya, ketika kami mendapat pemenang di akhir pertandingan, itu karena penonton membantu kami,” imbuhnya.

Postecoglou terekam dalam video sedang berdebat dengan seorang penggemar Spurs di stadion. Sementara dua pendukung tuan rumah terekam melakukan selebrasi City di Poznan tak lama setelah gol pembuka.

BACA JUGA:  Solskjaer Ubah Posisi Sancho, Inilah Peran Barunya di MU

“Saya hanya tidak peduli. Saya keluar dari langkah, tapi saya tidak peduli, saya hanya ingin menang,” ucapnya.

“Saya ingin sukses di klub sepak bola ini, itu sebabnya saya didatangkan. Jadi apa yang orang lain, apa yang ingin mereka rasakan, dan apa prioritas mereka, tidak menjadi perhatian saya,” tutup pelatih asal Australia itu.(maq)

BAGIKAN