edisiana.com – Barcelona telah mengunci gelar juara ke27 LaLiga musim ini. Kemenangan 4-2 dì derby Catalan pada dinihari sudah tak mungkin duo Madrid mengejar mereka sampai akhir musim.
Karena kemenangan itu membuat mereka unggul 14 poin dari Real Madrid yang berada di posisi kedua untuk merebut gelar dengan empat pertandingan tersisa.
“Perasaan yang luar biasa, salah satu cara menyelesaikan pekerjaan dengan baik,” kata pelatih Barcelona Xavi Hernandez dinukil dari ESPN pada hari ini.
Xavi menjelaskan, timnya sudah bekerja keras sejak 10 bulan. Mulai Juli tahun lalu. “Para penggemar pantas mendapatkan ini. Para pemain juga. Ada juga upaya besar dari presiden untuk membangun skuad yang kuat,” terangnya.
Xavi melanjutkab bahwa memenangkan gelar juara dengan empat pertandingan tersisa menunjukkan bahwa Barca jauh lebih kuat daripada yang lain di liga.
“Ini jauh lebih baik, lebih kuat Ini adalah kredit besar bagi tim kami,” ujarnya dengan bangga.
Barca memenangkan liga delapan kali antara 2009 dan 2019 sebagai bagian dari era keemasan yang dipimpin oleh Lionel Messi. Tapi setelah itu gagal memenangkannya dalam tiga musim terakhir.
Tahun lalu, yang pertama tanpa Messi setelah pindah ke Paris Saint-Germain, membuat mereka mengakhiri kompetisi dengan 13 poin di belakang Madrid yang akhirnya menjadi pemenang.
Namun, itu dianggap sukses mengingat mereka berada di urutan kesembilan ketika mantan gelandang Xavi menggantikan Ronald Koeman sebagai pelatih di Spotify Camp Nou di tengah musim.
Setelah memantapkan kapal untuk memimpin Barca ke kualifikasi Liga Champions dan finis kedua di liga, Barca mendukung Xavi di bursa transfer musim panas lalu.
Mereka menjual aset klub untuk mendanai perekrutan Lewandowski, Kounde dan Raphinha. Sedangkan Andreas Christensen dan Franck Kessie tiba sebagai pemain bebas.(maq)
Barcelona Kunci Gelar ke-27










