Benfica Ingin Selamatkan Karier Joao Felix, Tapi Terkendala Biaya

Felix langsung memberikan cetak gol dalam debutnya bersama AC Milan. Foto: via ESPN

edisiana.com – Joao Felix kembali menghadapi masa depan yang tak pasti. Setelah gagal mengamankan tempat di Chelsea dan AC Milan, kini Benfica disebut-sebut ingin menyelamatkan karier sang penyerang. Namun, impian itu terbentur kenyataan finansial.

Felix kembali ke Chelsea pada Agustus lalu dalam kesepakatan senilai £46,3 juta dari Atletico Madrid, namun ia kesulitan menembus skuad utama di bawah pelatih baru Enzo Maresca.

Minimnya menit bermain membuatnya dipinjamkan ke AC Milan pada jendela transfer Januari, tetapi performanya di Italia juga tak meyakinkan. Milan pun memutuskan tidak mempermanenkan statusnya musim panas ini.

BACA JUGA:  Ini Klub yang Cocok untuk Van Dijk Bila Pindah dari Liverpool

Situasi makin buruk bagi Felix. Chelsea resmi mencoretnya dari skuad untuk Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, dan nomor punggung 14 yang sempat dikenakannya kini diberikan kepada rekrutan baru, Geovany Quenda, yang didatangkan dengan nilai £18 juta.

Kembali ke Awal?

Kabar kembalinya Felix ke Benfica, tempat di mana ia memulai karier profesionalnya pada 2016, terus mengemuka. Ia hanya semusim bermain penuh di tim utama Benfica sebelum dilepas ke Atletico Madrid dengan nilai transfer fantastis: £113 juta pada 2019.

BACA JUGA:  Direktur Spurs Tergusur di Struktur Ange

Presiden Benfica, Rui Costa, tidak menutup pintu untuk Felix, tetapi juga mengakui bahwa situasi saat ini sangat sulit.

“Jika kami bisa mendatangkan kembali pemain dari akademi kami, yang memiliki kualitas dan keunggulan seperti Joao, tentu kami semua akan menyukainya — semua penggemar Benfica akan menyukainya,” ujar Costa seperti dinukil dari MetroSports pada hari ini.

“Namun, kami masih jauh dari kesepakatan, terutama karena faktor biaya transfer dan gaji,” tambahnya.

Felix saat ini berada di persimpangan karier. Di usia 25 tahun, pemain yang dulu dijuluki “the next Cristiano Ronaldo” harus segera menemukan pelabuhan yang bisa menghidupkan kembali potensinya — dan Benfica, meskipun ideal secara emosional, tampaknya belum mampu mewujudkan reuni itu secara finansial.(maq)