Athletic Bilbao Lolos dengan Cara Gila: Comeback, Hujan Gol, Kartu Merah, dan Penalti Penentu

Athletic Bilbao saat pertandingan di Copa Del Rey. Foto: via MD

edisiana.com – San Mamés boleh bernapas lega. Athletic Bilbao memastikan tiket ke perempat final Piala Raja lewat duel liar dan penuh penderitaan melawan Cultural Leonesa yang berakhir 4-3. Sebuah laga Copa del Rey sejati: chaos, keberanian, dan mental baja.

Leonesa membuat Athletic tersentak sejak awal. Menit ke-18, Iván Calero membuka bencana bagi tim tamu. Pemain paling aktif di lini serang tuan rumah itu menerima bola di sayap, memotong ke dalam, menunggu overlap Víctor García.

Lalu menyelesaikan kembali umpan pendeknya dengan tembakan tiang dekat yang tak mampu dibendung Álex Padilla.

Athletic bangkit. Menit ke-26, Nico Williams mengirimkan umpan silang berbahaya yang gagal diantisipasi Diallo. Rubén Sobrino juga tak mampu menghalau, bola jatuh ke Gorosabel yang menyundulnya, dan Guruzeta, sambil berputar, menyambar bola untuk menaklukkan Bañuz. 1-1.

BACA JUGA:  Madrid Puncaki LaLiga Berkat Dua Gol Mbappe

Namun Leonesa tak gentar. Bicho mengirim umpan terukur ke ruang kosong, Manu Justo menusuk dan mengirimkan crossing matang, dan lagi-lagi Calero muncul di tiang jauh untuk mencetak gol keduanya. VAR sempat membuat jantung berdegup, tetapi asisten wasit benar: onside. 2-1.

Athletic kembali menyamakan kedudukan. Guruzeta, sekali lagi, menunjukkan insting pembunuhnya. Menerima bola di kotak penalti, berputar cepat, lalu melepaskan tembakan keras untuk gol keduanya malam itu.

Drama belum selesai. Menit ke-40, sepak pojok Leonesa berujung petaka bagi Bilbao. Sundulan Rubén Sobrino mengenai tangan Vivian, dan tanpa ragu Alejandro Hernández Hernández menunjuk titik putih. Leonesa kembali unggul.

BACA JUGA:  Prediksi City vs Liverpool: Owen Yakin Jurgen Klopp Pasang Trisula Maut

Tapi Athletic adalah Athletic. Dua menit berselang, giliran mereka mendapatkan penalti. Rubén Sobrino maju, mengecoh Padilla, dan menembak ke tengah gawang. 3-3 sebelum turun minum. Gila.

Babak kedua berjalan dengan tekanan dari Leonesa, namun gol tak kunjung datang. Situasi semakin sulit bagi Bilbao setelah Paredes menerima kartu merah sekitar menit ke-60. Sepuluh pemain, kelelahan, dan tekanan tuan rumah.

Namun singa tak pernah menyerah. Di babak perpanjangan waktu, saat tenaga hampir habis dan mental diuji habis- habisan, Athletic mendapatkan penalti penentu.

Unai Gómez maju dengan dingin, mengeksekusi tanpa ampun, dan mengunci kemenangan.

BACA JUGA:  Timnas Bisa Petik Pelajaran dari Kemenangan Moldova Atas Polandia

Melansir MD, setelah bangkit dari ketertinggalan tiga kali, bermain dengan sepuluh orang, dan bertahan hingga detik terakhir, Athletic Bilbao menang dengan cara yang hanya bisa dilakukan tim besar. The Lions melaju.

Dengan luka, dengan keringat, tapi dengan tiket perempat final di tangan.(maq)