Punya Potensi Wisata, Pulau Ngenang Jadi Tempat Industri Tenun dan Batik

Ketua Dekranasda Kota Batam, Marlin Agustina Rudi bersama rombongan melihat pengerajin tenun di Pulau Ngenang. Foto: MCB

Batam, edisiana.com Pulau Ngenang, Nongsa, Batam dikembangkan menjadi industri tenun dan batik sehingga menjadi potensi destanasi wisata baru. Oleh sebab itu, pengembangan ini harus menjalin kerjasama dengan kementerian pariwisata dan pendidikan.

Demikian saran Analis Kebijakan Utama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Nata Irawan, saat melihat Pulau Ngenang pada Rabu kemarin.

“Buat surat kepada Pemerintah Kota Batam sehingga memudahkan berkomunikasi dengan kementerian. Di antaranya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud),” terangnya seperti dilansir mediacenter.batam.go.id pada Rabu kemarin.

Hal senada juga diminta oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam, Marlin Agustina Rudi kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam.

BACA JUGA:  FEVOSH 2026: AHM Panaskan Persaingan 30 Ribu Peserta, Adu Skill Vokasi Menuju Masa Depan

“Nanti turis bisa menginap di rumah penduduk, sekaligus mengenal budaya masyarakat Ngenang,” kata Marlin.

Marlin melakukan kunjungan di Pulau Ngenang bersama Analis Kebijakan Utama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Nata Irawan dan Pimpinan Yayasan Nona Asri Indonesia, Amanah Asri.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat Pulau Ngenang yang ikut mengembangkan pulau ini dan Pemko (Pemerintah Kota) juga sangat mendukung kami,” terangnya.

Pulau Ngenang, kata dia, punya lokasi yang strategis serta tak begitu jauh dengan pusat kota. Sehingga, akses ke kawasan ini mudah dijangkau.

“Batam merupakan pulau yang luas di Kepri, serta memiliki banyak pulau terluar yang berdekatan langsung dengan Singapura dan Malaysia, sehingga menjadi potensi untuk dikembangkan wisatanya. Ngenang merupakan kawasan pengembangan wisata selanjutnya,” terangnya.

BACA JUGA:  Evaluasi Pelayanan Klinik Baloi untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Kesehatan di Batam

Pulau Ngenang dikenal dengan pembuatan kain tenun dan kain batik Batam. Dan dapat mengangkat ekonomi warga setempat. Di pulau ada makanan khas Sarak Terong. Masakan khas Melayu ini masih menjadi masakan yang disajikan di acara kenduri atau pesta.

Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan akan segera merealisasikan inisiasi Ketua Dekranasda Kota Batam yakni menjadikan Pulau Ngenang sebagai tujuan wisata. “Siap, kita laksanakan untuk menggairahkan kembali pariwisata dan meningkatkan ekonomi warga,” ucapnya.

BACA JUGA:  Dua Unit Pelayanan BP Batam Masuk Zona Integritas WBK dan WBBM

Ardi juga menyampaikan, akan terus mempromosikan dan mengembangkan Pulau Ngenang dan daerah lainnya. “Setiap daerah di Kota Batam memiliki ciri khas wisatanya masing-masing, kita akan terus promosikan,” katanya.(maq)