DAMAI DI ANFIELD: SLOT–SALAH AKHIRNYA SATU SUARA

Salah memberikan kemenangan kepada Liverpool. Foto: via BBC

edisiana.com – Akhirnya, asap perang mereda. Arne Slot dan Mohamed Salah memilih jalan damai. Bintang asal Mesir itu kembali ke starting XI Liverpool untuk laga Liga Premier melawan Brighton, Sabtu malam nanti. Sebuah keputusan besar, penuh makna.

Slot bertindak tegas, tapi juga realistis. Di tengah badai cedera yang menghantam skuadnya, sang pelatih memilih kepentingan klub di atas segalanya. Salah pun kembali—bukan sebagai figuran, tapi sebagai senjata utama.

Namun, cerita ini belum sepenuhnya usai. Masih ada luka yang belum sembuh. Liverpool dan agen Salah, Ramy Abbas, akan terus bernegosiasi selama sang pemain menjalani Piala Afrika. Perdamaian ini rapuh, tapi nyata.

BACA JUGA:  Rangers akan Tarik Pelatih Berdarah Indonesia

Beberapa hari sebelumnya, situasinya nyaris meledak. Salah dicoret dari skuad Liga Champions kontra Inter Milan.

Alasannya jelas: hubungan dengan Slot memburuk. Ketegangan itu memuncak di Elland Road, usai hasil imbang dramatis 3-3 melawan Leeds. Untuk kali ketiga beruntun, Salah hanya menjadi penonton dari bangku cadangan.

Emosi tak terbendung. Dalam sebuah wawancara yang menggetarkan Anfield, Salah bahkan mengisyaratkan perpisahan. Ia menyebut laga Sabtu dua pekan lalu sebagai kesempatan terakhir mengucapkan selamat tinggal, sampai-sampai mengundang ibunya ke stadion.

BACA JUGA:  MU Akhiri Penampilan Buruk, Sikat Southampton 3-0

Namun Slot tak pernah menutup pintu. “Saya tidak melihat alasan apa pun untuk tidak menginginkan Mohamed Salah bertahan di klub ini,” tegasnya dinukil dari BBC pada hari ini.

Pelatih asal Belanda itu menambahkan kalimat kunci: “Saya akan berbicara dengan Mo. Hasil dari percakapan itu akan menentukan bagaimana situasinya nanti.”

BACA JUGA:  Wuih, Arsenal Beli Pemain Lagi

Kini, Mo kembali. Tapi pertanyaannya masih menggantung di udara Anfield: rekonsiliasi permanen atau sekadar gencatan senjata?(maq)