edisiana.com – Perseteruan antara Viktor Gyökeres dan klubnya, Sporting CP, mulai memanas. Sang penyerang andalan absen dari latihan pramusim pekan ini, memicu kemarahan Presiden klub Frederico Varandas, yang kini mengancam akan menjatuhkan sanksi disipliner berat kepada pemain asal Swedia tersebut.
Gyökeres, 27 tahun, sejatinya diberikan libur musim panas yang diperpanjang hingga Sabtu, 12 Juli. Namun, ketidakhadirannya setelah tanggal tersebut dianggap sebagai bentuk pemogokan, terutama di tengah rumor ketertarikan serius dari Arsenal.
Menurut laporan Daily Mail, Gyökeres dikabarkan telah menyetujui syarat pra-kontrak dengan Arsenal. Namun, proses kepindahannya tertahan lantaran The Gunners belum memenuhi banderol transfer yang ditetapkan Sporting, yakni £69 juta. Klub Portugal itu bersikap tegas—tidak ada diskon, tidak ada kompromi.
Dalam pernyataan terbaru yang dikutip dari kantor berita Portugal, Lusa, Varandas menyatakan: “Kami tenang. Semuanya bisa diselesaikan dengan penutupan pasar, denda yang besar, dan permintaan maaf kepada tim.”
Ia juga menegaskan bahwa Sporting tidak akan tunduk pada tekanan dari pihak luar:
“Jika para jenius yang merancang strategi ini mengira bisa memaksa saya untuk mempermudah kepergiannya, mereka tidak hanya sepenuhnya salah, tapi juga membuat segalanya lebih rumit bagi pemain untuk pergi,” ujarnya.
Gyökeres tampil luar biasa musim lalu, mencetak 54 gol di semua kompetisi dan menjelma menjadi salah satu penyerang paling produktif di Eropa. Tak heran jika Arsenal menjadikannya target utama untuk memperkuat lini depan mereka musim ini.
Namun, dengan sikap keras dari Sporting dan aksi mogok dari Gyökeres, saga transfer ini bisa menjadi salah satu yang paling alot di bursa musim panas 2025.(maq)








