edisiana.com – Banyak fotografer menjadikan Jembatan Barelang sebagai ikon Batam sekaligus sumber penghasilan. Mereka menawarkan jasa foto kepada wisatawan yang ingin mengabadikan momen indah selama kunjungan.
Seorang lelaki mengenakan topi dan memegang kamera tampak berjalan di atas Jembatan Barelang I, yang dikenal sebagai jembatan utama. Pria yang mengenakan kaos krem dan celana pendek itu menghampiri sepasang suami istri yang tengah berswafoto.
“Mau foto, Bu? Hanya dua puluh ribu. Cetaknya cepat,” ujarnya menawarkan jasa kepada pasangan tersebut.
Tak lama kemudian datang seorang pria dengan menggunakan motor menghampiri pasangan itu lagi. Ia lalu menawarkan hal yang sama sambil menunjukkan sebuah foto sudah dicetaknya.
“Boleh saya foto, Bu. Hanya dua puluh ribu saja,” ucapnya menawarkan kepada suami-istri.
“Tidak, bang. Kami foto sendiri pakai handphone,” jawab wanita mengenakan hijab itu
Pasangan itu adalah Nur dan suaminya, Jum yang datang dari Pekanbaru, Riau. Mereka sengaja berkunjung ke Batam untuk berlibur di akhir pekan panjang.
“Kami datang ke Batam sebenarnya untuk melihat cucu pertama. Tapi karena ada libur panjang, kami sempatkan juga untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di Batam,” ujar Nur.
Ia menambahkan, suaminya pernah tinggal di Batam, namun belum pernah sekalipun mengunjungi Jembatan Barelang maupun Titik Nol yang berada di ujung Pulau Galang.
“Mumpung ada waktu senggang, kami menyempatkan diri ke Jembatan Barelang dan juga Titik Nol,” ucapnya.(maq)











