edisiana.com – Cristiano Ronaldo mencetak gol, tapi Al Hilal yang tertawa terakhir. Dalam duel panas Riyadh, pemimpin klasemen Liga Pro Saudi itu menghajar Al Nassr 3-1 pada Senin malam, mengirim pesan tegas: gelar musim ini punya warna biru.
Gol Ronaldo di babak pertama sempat memberi harapan. Sang mega bintang kembali menunjukkan naluri predatornya, membuat Al Nassr—yang berada di posisi kedua—bermimpi memangkas jarak dengan rival abadi mereka. Untuk sesaat, tekanan berpindah ke kubu tuan rumah.
Namun Al Hilal tidak panik. Mereka menunggu momen. Dan momen itu datang dengan cara yang brutal.
Babak kedua menjadi milik pasukan Simone Inzaghi. Dua penalti dingin dari Salem Al-Dawsari dan Rúben Neves, diapit oleh penyelesaian klinis Mohamed Kanno, membalikkan keadaan dan menghancurkan ambisi Al Nassr.
Skor 3-1, jarak melebar menjadi tujuh poin di puncak klasemen. Titik balik laga terjadi pada menit ke-60.
Nawaf Al-Aqidi, kiper Al Nassr, melakukan tekel ceroboh yang berujung kartu merah langsung. Sejak saat itu, pertandingan berubah arah. Al Nassr kehilangan kendali, kehilangan ketenangan—dan akhirnya kehilangan segalanya.
Kanno mencetak gol lewat sentuhan cerdik memanfaatkan umpan silang akurat dari sisi kiri. Di waktu tambahan, Neves menutup malam kelam rival dengan penalti yang tak terbendung. Stadion bergemuruh. Al Nassr runtuh.
Ronaldo mencetak gol. Ronaldo berjuang. Tapi malam ini bukan miliknya. Al Hilal menang, Al Hilal menjauh, dan Liga Pro Saudi semakin jelas siapa penguasanya.(maq)











