edisiana.com – Liverpool melaju ke babak keempat Piala FA tanpa banyak ampun. Bermain di Anfield, The Reds menundukkan Barnsley dengan skor 4-1, menegaskan perbedaan kelas yang terpampang jelas antara raksasa Premier League dan tim non-liga yang datang tanpa rasa takut.
Meski terpaut 57 peringkat di piramida sepak bola Inggris, Barnsley menolak menjadi figuran. Bahkan, mereka nyaris mengejutkan publik Anfield saat laga baru berjalan satu menit—sundulan Davis Keillor-Dunn menghantam mistar gawang dan membuat tuan rumah tersentak.
Ketegangan itu segera dipadamkan oleh Dominik Szoboszlai. Gelandang Hungaria tersebut melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, bola melesat tanpa ampun dan membuat Murphy Cooper hanya bisa terpaku. Anfield kembali bernapas lega.
Liverpool kian menjauh pada menit ke-36. Jeremie Frimpong menusuk dari sisi kanan dan menyelesaikannya dengan tembakan kaki kiri yang klinis. Pada titik itu, laga tampak sudah sepenuhnya berada dalam kendali The Reds.
Namun, justru di saat pertandingan terlihat usai, Szoboszlai mengalami momen yang ingin segera ia hapus dari ingatan—sebuah kesalahan fatal yang memberi Barnsley harapan dan sedikit noda pada dominasi Liverpool malam itu.
Untungnya bagi Szoboszlai dan Liverpool, insiden tersebut tidak berujung petaka. The Reds tetap mengunci kemenangan dan melanjutkan langkah mereka di Piala FA.
Lebih dari itu, hasil ini terasa simbolis: setelah kalah dari Barnsley dalam dua kunjungan terakhir mereka ke Anfield pada 1997 dan 2008. Menurut BBC, Liverpool kini memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 11 pertandingan.
Anfield kembali berdiri kokoh. Barnsley berani, tapi Liverpool—terlalu digdaya.(maq)











