edisiana.com – Nottingham Forest kembali menunjukkan DNA pejuang Eropa mereka. Di markas Utrecht, ketika laga tampak akan berakhir antiklimaks, muncullah Igor Jesús—sang pahlawan baru—yang memastikan tiga poin berharga pada Jumat dini hari.
Forest sebenarnya memulai babak kedua dengan garang. Arnaud Kalimuendo memecah kebuntuan lewat gol penuh keberuntungan.
Sebuah sapuan tak sempurna memantul tepat ke arahnya, dan dengan ketenangan seorang killer di kotak penalti, ia menuntaskannya menjadi 1-0.
Usai gol itu, The Reds mendominasi. Ritme permainan, peluang, bahkan atmosfer seakan mengarah pada kemenangan meyakinkan tim tamu.
Namun sepak bola tak pernah bisa diprediksi. Mantan bek Swansea, Mike van der Hoorn, memanfaatkan kelengahan lini belakang Forest dan menanduk bola dari situasi bola mati untuk menyamakan kedudukan.
Stadion pun meledak, Utrecht tersengat, dan tuan rumah tiba-tiba tampil sebagai tim yang lebih berbahaya.
Forest merespons dengan terus menekan, namun tekanan itu membuka ruang di belakang—sebuah permainan berisiko tinggi yang membuat tensi laga meningkat.
Tapi ketika drama mencapai puncaknya, dua menit sebelum waktu normal habis, Igor Jesús muncul di momen paling menentukan.
Dengan satu sentuhan yang tampak sederhana namun penuh arti, ia mengamankan kemenangan ketiga Forest dalam enam laga Eropa musim ini.
Bagi Utrecht, ini adalah malam pahit lainnya. Enam pertandingan, tanpa satu pun kemenangan. Bagi Forest, ini adalah pesan tegas: mereka tidak datang ke Eropa hanya untuk meramaikan. Mereka datang untuk menggigit.(maq)











