Betis Rebut Maksimir dengan Gemuruh dan Tanpa Ampun

Antony (belakang) merayakan gol kemenangan dengan rekannya di Real Betis. Foto: via MD

edisiana.com – Real Betis melaju ke babak selanjutnya Liga Europa dengan dua laga masih tersisa, dan mereka melakukannya dengan gaya yang paling disukai para pendukung hijau-putih: menghancurkan lawan di kandangnya sendiri.

Dinamo Zagreb menjadi korban terbaru, tumbang 1-3 di Stadion Maksimir dalam malam yang penuh dominasi, agresi, dan sedikit drama di ujung laga.

Pertandingan baru berjalan setengah jam—dan Betis sudah mematikan lampu harapan Dinamo. Mereka tidak hanya mencetak gol, mereka merontokkan mental tuan rumah dalam rentang delapan menit yang membuat publik Maksimir terdiam kaku.

Drama dimulai pada menit ke-11, ketika Sergi Domínguez—ya, pemain Dinamo sendiri—mengubah bola ke gawangnya. Sebuah gol bunuh diri yang menjadi pembuka pesta Betis pada Jumat dini hari.

BACA JUGA:  City dan Nottingham Forest Unggul Sementara di Babak Pertama

Tidak cukup sampai di situ. Betis terus menekan tanpa ampun. Abde Ezzalzouli hampir membuat skor bertambah, tetapi Ivan Filipovic mematahkan peluang emas itu dengan penyelamatan gemilang ke sudut kanan bawah.

Namun tekanan Betis tak bisa dibendung. Empat menit mengerikan bagi Dinamo pun terjadi.

Pertama, Rodrigo Riquelme menghujamkan tendangan kaki kanan dari tengah kotak penalti, bola meluncur mulus ke sudut kiri bawah.

Lalu datang hantaman kedua: Antony, mantan pemain Manchester United, melepaskan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti—keras, terarah, masuk ke tengah gawang. Dinamo porak-poranda.

BACA JUGA:  Pemain Skotlandia Kesal Sama Wasit

Meski Betis memegang kendali di babak kedua, Dinamo mencoba bangkit. Sandro Kulenovic hampir memperkecil ketertinggalan, tetapi Álvaro Valles melakukan penyelamatan luar biasa, terbang menepis bola yang mengarah ke sudut kiri bawah.

Betis tetap dominan, tetapi kali ini gagal menambahkan gol. Dan di sinilah muncul satu-satunya momen bahagia Dinamo.

Menit ke-89, ketika laga jelas sudah terkunci, Niko Galesic menanduk bola dari jarak super dekat ke sudut kiri bawah setelah memanfaatkan umpan Miha Zajc dari sepak pojok.

Terlambat, terlalu sedikit, dan sama sekali tidak mengubah kenyataan pahit yang sudah dipastikan sejak babak pertama.

BACA JUGA:  Kalah dari Berlin, Dortmund Terpental ke Posisi 10 Klasemen

Ini bukan sekadar kemenangan. Ini adalah pernyataan. Betis masuk ke fase berikutnya, bukan hanya dengan poin, tetapi dengan aura ancaman.

Siapa pun lawannya berikutnya, mereka kini tahu bahwa tim Andalusia ini datang bukan hanya untuk bermain—mereka datang untuk menguasai.(maq)