edisiana.com – Manchester United mengalami dilema yang sulit. Mereka harus membayar 10 juta poundsterling jika memecat Erik Ten Hag. Karena masih terikat kontrak.
Bukan hanya itu, United akan semakin terjerumus ke dalam lubang Financial Fair Play jika memutuskan pekerjaan Erik ten Hag musim panas ini.
Pelatih asal Belanda itu mempertahankan perannya di Old Trafford setelah musim kedua yang buruk di klub.United finis di posisi terbawah grup Liga Champions dan tersingkir dari Piala Carabao oleh Newcastle.
Mereka saat ini berada di urutan keenam di Liga Premier, dan merupakan tim luar yang lolos ke Liga Champions.
Sir Jim Ratcliffe, salah satu pemilik United, menyatakan simpatinya kepada Ten Hag atas kesulitan yang dia hadapi di musim keduanya sebagai pelatih.
Situasi dengan Mason Greenwood, Antony dan Jadon Sancho telah mengganggu penampilan di lapangan, sementara skuad telah terkuras oleh cedera sepanjang musim.
Sementara United dilarang merekrut striker pada bulan Januari karena kekhawatiran Financial Fair Play, meskipun Anthony Martial absen hingga tiga bulan.
Namun meski ada simpati terhadap Ten Hag di kalangan dewan, INEOS akan bersikap kejam dalam upayanya membawa United kembali ke puncak.
Dan, konsekuensinya harus membayar biaya kompensasi sebesar £10 juta kepada pelatih asal Belanda itu dan stafnya.
Jika dia dipecat sebelum 30 Juni, biaya tersebut akan masuk pada akun 2023/24. Yang tentunya akan mendorong United semakin dekat ke batas Aturan Profit dan Keberlanjutan.
Dalam skenario itu, United harus menjual pemain untuk menyeimbangkan keuangan mereka. Mason Greenwood, Donny van de Beek, Antony, Jadon Sancho dan Aaron Wan-Bissaka semuanya tersedia musim panas ini.
Begitu juga Martial dan Raphael Varane akan meninggalkan klub di akhir kesepakatan mereka.(maq)











