Bola  

Forest Masuki Babak Keempat Musim yang Bergolak, Dyche Dipecat

Sean Dyche menjadi manajer Forest yang dipecat pada musim ini. Foto: via Daily Mail

edisiana.com – Nottingham Forest kembali menekan tombol darurat. Sean Dyche dipecat setelah belum genap empat bulan menjabat. Klub kini memasuki pencarian pelatih keempat mereka musim ini — sebuah spiral yang mencerminkan kepanikan lebih dari sekadar perencanaan.

Hasil imbang tanpa gol melawan juru kunci Wolves di City Ground pada Rabu malam menjadi tetes terakhir. Forest kini hanya terpaut tiga poin dari zona degradasi dengan 12 laga tersisa. Alarm berbunyi keras di Nottingham.

Dyche, yang datang pada Oktober menggantikan Ange Postecoglou dan menandatangani kontrak hingga musim panas 2027, tak sempat membangun fondasi yang ia janjikan.

BACA JUGA:  Astaga! Nice Hajar Etienne Delapan Gol Tanpa Balas

Mengutip BBC, Nottingham Forest mengatakan bahwa Sean Dyche telah dibebaskan dari tugasnya sebagai pelatih kepala.

“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Sean dan stafnya atas upaya mereka selama berada di klub dan kami mendoakan yang terbaik untuk masa depan mereka. Kami tidak akan memberikan komentar lebih lanjut saat ini,” kata klub Forest.

Tak ada penjelasan. Tak ada analisis. Hanya keputusan.

Musim Forest berubah menjadi karusel tanpa henti. Postecoglou sendiri hanya bertahan 39 hari setelah menggantikan Nuno Espírito Santo, yang ironisnya dipecat hanya tiga pertandingan memasuki musim 2025-26. Stabilitas? Jauh panggang dari api.

BACA JUGA:  Celta Vigo Taklukkan PAOK 2-1, Selangkah Lagi Menuju 16 Besar Liga Europa

Ketika Dyche mengambil alih, Forest berada di peringkat ke-18 dengan satu kemenangan dari delapan laga awal — situasi yang sudah genting.

Ia datang dengan reputasi sebagai pemadam kebakaran, pelatih yang tahu bagaimana bertahan hidup di zona merah. Namun kali ini, api lebih besar dari selang yang ia bawa.

Kini, dengan 12 pertandingan tersisa dan jurang degradasi semakin dekat, Forest harus kembali berjudi.

Masalahnya bukan hanya siapa yang datang berikutnya — tetapi apakah klub ini masih punya waktu untuk memperbaiki kekacauan yang mereka ciptakan sendiri.

BACA JUGA:  Jamie Redknapp: Liverpool Alami Krisis Psikologis Usai Kekalahan Beruntun

Di City Ground, ketidakpastian menjadi satu-satunya kepastian.(maq)