edisiana.com – Nigeria menunjukkan siapa penguasa Afrika Barat. Tanpa ampun, Super Eagles menyingkirkan Aljazair dengan kemenangan meyakinkan 0-2 dan memesan tiket ke semifinal Piala Afrika.
Sejak peluit awal dibunyikan di Marrakech, Nigeria langsung mengambil alih panggung.
Dominasi total di babak pertama, tekanan konstan, dan intensitas tinggi membuat Aljazair nyaris tak bernapas.
Adams hampir membuka skor sebelum jeda, tetapi sepakan melengkungnya hanya melayang tipis di atas mistar—peringatan keras pertama.
Gol yang ditunggu akhirnya datang hanya 85 detik setelah babak kedua dimulai.
Victor Osimhen, sang predator, kembali menunjukkan nalurinya. Menyambut umpan silang jauh Bruno Onyemaechi dari sisi kiri, Osimhen menunduk, menanduk bola ke tanah, dan… gol! Gol keempatnya di turnamen ini. Nigeria memimpin, Aljazair goyah.
Belum sempat bangkit, Aljazair kembali dihukum. Sepuluh menit berselang, Adams mencatatkan namanya di papan skor.
Berawal dari pergerakan apik khas Nigeria, Osimhen memberi assist cerdas, dan Adams dengan dingin melewati Luca Zidane sebelum menceploskan bola ke gawang kosong. 0-2. Tamat.
Nigeria hampir mengubah kemenangan ini menjadi pesta. Sembilan menit jelang laga usai, Adams kembali mengancam, tetapi sundulannya dari umpan silang Osimhen hanya membentur tiang kiri gawang.
Peluit akhir berbunyi. Nigeria melaju dengan penuh wibawa. Aljazair tersingkir. Super Eagles terbang tinggi—dan Afrika mulai waspada.
Melansir BBC, menerangkan Nigeria, runner-up di edisi 2023, kini akan menghadapi tuan rumah Maroko di babak semifinal di Rabat pada hari Rabu mendatang.(maq)










