edisiana.com – Roma-nya Gian Piero Gasperini akhirnya menemukan ritme. Setelah periode naik-turun yang melelahkan, Giallorossi mengamankan kemenangan beruntun kedua dengan cara yang kejam: 2-0 atas Sassuolo.
Tidak mudah. Tidak cepat. Sassuolo melawan dengan gigi terkatup, membuat Olimpico menahan napas hampir sepanjang laga.
Roma buntu, frustrasi, dan dipaksa bekerja ekstra keras. Lalu muncullah Matías Soulé.
Tiga menit yang mengubah segalanya. Satu assist. Satu gol. Petir di menit-menit akhir.
Kebuntuan pecah. Bendungan runtuh.
Manu Koné lebih dulu menghantam, sebelum Soulé menutup malam dengan sentuhan dingin khas bintang besar. Dua gol cepat. Tanpa ampun. Sassuolo akhirnya roboh.
Menurut MD, kemenangan ini membawa Roma sementara naik ke posisi ketiga Serie A, hanya tiga poin di belakang Inter sang pemuncak klasemen.
Roma bangkit. Roma percaya. Dan dengan Soulé menyala, mimpi Scudetto mulai berani dibicarakan.(maq)










