edisiana.com – Tottenham Hotspur akhirnya kembali merasakan manisnya kemenangan. Di malam penting Liga Champions, The Lilywhites menundukkan Slavia Praha dengan skor meyakinkan 3-0—sebuah kemenangan yang terasa seperti udara segar setelah badai.
Tim asuhan Thomas Frank datang dengan luka terbuka usai dihajar 5-3 oleh juara bertahan Paris Saint-Germain pada laga sebelumnya.
Dan Spurs memulai dengan keberuntungan—atau lebih tepatnya, hadiah dari kecerobohan Slavia. Pada menit ke-26, bek David Zima salah mengantisipasi bola muntah hasil sontekan Cristian Romero dari tendangan sudut Pedro Porro.
Sundulannya justru mengarah ke gawang sendiri, melewati Jindrich Stanek, membuka skor untuk Spurs dan membuka pintu menuju dominasi.
Meski tertinggal, Slavia masih sempat menebar bahaya. Guglielmo Vicario tampil brilian, menepis peluang emas Youssoupha Sanyang dan menjaga Spurs tetap memimpin sebelum jeda.
Namun babak kedua berubah menjadi panggung Spurs. Baru lima menit berjalan, Sanyang kembali menjadi sorotan—kali ini lewat tekel cerobohnya terhadap Porro di kotak terlarang.
Mohammed Kudus dengan dingin mengambil alih penalti dan mencetak gol pertamanya di Liga Champions untuk Spurs. 2-0. Tenang, percaya diri, dan seperti membuka bab baru.
Menit ke-79, Spurs menutup malam dengan kepastian. Xavi Simons, yang terus menjadi motor serangan, dijatuhkan oleh Igoh Ogbu di kotak penalti.
Sang gelandang muda kemudian mengeksekusi sendiri peluang itu, memastikan kemenangan 3-0 tanpa cela.
Hasil itu membuat duel kontra Slavia terasa krusial, melansir BBC, bukan hanya untuk posisi grup, tetapi juga untuk membangun momentum setelah kemenangan kecil namun penuh arti melawan Brentford di Premier League.
Spurs menang, Spurs bangkit, dan untuk pertama kalinya dalam beberapa pekan, para pendukung The Lilywhites bisa pulang dengan senyum lebar.(maq)










