Greenwood Nggasak, Marseille Ngamuk di Brussels

Greenwood merayakan golnya. Foto via MD

edisiana.com – Marseille pulang dari markas Union St. Gilloise dengan kepala tegak. Di Stadion Roi Baudouin, Kamis malam, Les Olympiens menggulung tuan rumah 3-1—dan tokoh utamanya tak lain Mason Greenwood. Dua gol pemain Inggris itu memastikan kebangkitan Marseille setelah sempat tertinggal cepat.

Union langsung menancap gas. Baru menit kelima, publik Brussels bersorak. Anan Khalaili menerima sodoran Rob Schoofs di tepi kotak, lalu menghajar bola dengan tembakan kaki kiri keras nan presisi. Gerónimo Rulli terbang, tapi tak kuasa menjangkau bola yang meluncur deras ke gawangnya.

Tertinggal, Marseille tak panik. Sepuluh menit berselang, giliran mereka membalas. Igor Paixão memanfaatkan bola muntah hasil tembakan yang gagal diamankan Kjell Scherpen. Skor kembali imbang, tensi pertandingan ikut meninggi.

BACA JUGA:  Ronaldo Catat Sejarah Baru di Piala Dunia Qatar

Jika Paixão jadi jimat Marseille di kompetisi Eropa, maka Greenwood adalah mesin yang menjaga mereka tetap melaju kencang di Ligue 1.

Mantan pemain Manchester United itu memutus puasa gol dalam tiga laga terakhir—dan memilih momen krusial, tepat sebelum jeda.

Berawal dari serangan balik cepat, Pierre-Emerick Aubameyang melihat Greenwood mengendap di dekat titik penalti. Umpan matang, penyelesaian dingin. 2-1, Marseille berbalik unggul.

Belum sempat Union bernapas lega selepas turun minum, Greenwood kembali menghukum. Dengan percaya diri, ia menusuk ke kotak penalti, mengecoh bek lawan, lalu melepaskan tembakan akurat ke tiang jauh.

BACA JUGA:  Madrid Tidak akan Beli Bek Baru kendati Militão dan Alaba Cedera

Gol keduanya malam itu, gol ke-13 musim ini, dan sekaligus mematikan semangat tuan rumah.

Union mencoba bangkit. Khalaili kembali menciptakan harapan pada menit ke-70. Menerima crossing cepat dari kiri, ia mengontrol dengan tenang dan menghajar bola dengan kaki kanan untuk menembus jala Rulli.

Stadion bergemuruh. Namun, itu jadi satu-satunya gol tambahan tuan rumah. Kevin Mac Allister sempat menjebol gawang, tapi gol jarak dekatnya dianulir.

Hingga peluit panjang berbunyi, Marseille menjaga keunggulan 3-2 dan membawa pulang tiga angka penting. Hasil ini mengangkat wakil Prancis itu ke peringkat 16, zona playoff menuju babak 16 besar.

BACA JUGA:  Ronaldo Selamatkan Bos Solskjaer

Menurut MD, Union turun ke posisi 25, tetap mengantongi enam poin—jumlah yang sama dengan Pafos di posisi ke-24, penghuni slot terakhir zona playoff.

Drama, gol, dan kebangkitan. Malam di Brussels menjadi milik Mason Greenwood dan Marseille.(maq)