edisiana.com – Liverpool mendarat di San Siro pada Selasa malam dengan badai di punggung mereka—bukan badai serangan, melainkan badai Salah-gate yang mengguncang ruang ganti.
Namun, di tengah hiruk-pikuk drama internal itu, The Reds tetap mampu menaklukkan Inter Milan dengan kemenangan tipis namun berharga, 0-1, pada matchday keenam fase grup Liga Champions.
Mohamed Salah, ikon, mesin gol, dan wajah global Liverpool, justru menonton laga dari rumah. Ia dicoret setelah komentar kontroversialnya pascaduel liar 3-3 melawan Leeds pada akhir pekan.
Itu menjadi laga ketiganya beruntun sebagai pemain cadangan, sebelum akhirnya benar-benar disingkirkan dari skuad.
Sang Raja Mesir mempertanyakan keputusan manajer Arne Slot dan arah klub—dan klub bereaksi keras. Namun tanpa Salah, Liverpool tetap menunjukkan mental baja ala Eropa.
Pertandingan berjalan dengan tensi tinggi khas malam Eropa di Italia. Liverpool sempat membuka peluang melalui sundulan jarak dekat Konate, tetapi bola mengenai lengan Ekitike dan sempat dianggap gol.
Felix Zwayer lalu memeriksa VAR—dan seperti déjà vu bagi fans Liverpool—gol dianulir.
Inter merespons dengan tekanan berat di akhir babak pertama: Barella melepaskan free-kick melengkung yang hanya melewati sisi gawang, sementara Alisson Becker melakukan super save untuk menepis sundulan Lautaro Martínez.
Babak kedua berjalan ketat, fisik, dan penuh gesekan. Kedua tim bergantian menyerang tanpa benar-benar membuka celah.
Hingga menit ke-88—drama meletus. Wasit menunjuk titik putih setelah Bostoni menarik baju Wirtz di kotak penalti. San Siro memprotes, Inter meradang, tetapi keputusan tak berubah.
Dominik Szoboszlai maju dan menaklukkan Sommer. 0-1. Dingin. Klinis. Mematikan. The Reds merayakan, Inter terdiam.
Klasemen Makin Sengit
Dengan kemenangan ini, melansir MD, Liverpool naik ke posisi ke-8, sementara Inter harus puas turun ke posisi ke-5 dalam grup yang kini semakin berapi-api.
Drama Salah, tensi San Siro, gol telat—ini adalah malam Liga Champions yang memiliki semuanya. Liverpool retak dari dalam, tetapi di Eropa… mereka masih menggigit.(maq)











