edisiana.com – Mikel Arteta tak ragu menempatkan Pep Guardiola di puncak tertinggi kepelatihan sepak bola dunia. Pelatih Arsenal itu melontarkan pujian setinggi langit kepada mantan mentornya, sosok yang ia sebut sebagai manajer terbaik sepanjang sejarah permainan.
“Dia adalah seorang maestro, menurut saya yang terbaik dalam sejarah,” tegas Arteta dengan penuh keyakinan dinukil dari MetroSports pada hari ini.
Ucapan itu bukan sekadar basa-basi. Bagi Arteta, Guardiola adalah figur sentral dalam perjalanan kariernya, baik sebagai pemain maupun pelatih. Ia mengenang awal pertemuannya dengan Pep yang terjadi saat dirinya masih sangat muda.
“Saya belajar dari Pep sejak saya berusia 15 tahun, ketika kami pertama kali bertemu di Barcelona,” ujar Arteta, merujuk pada akar hubungan mereka di klub Catalunya tersebut.
Lebih dari sekadar pelatih, Guardiola disebut Arteta sebagai sosok yang mengubah wajah sepak bola modern. Filosofi, ide, dan obsesinya terhadap detail telah meninggalkan jejak yang mendalam.
“Dia telah merevolusi permainan dan cara orang memahami permainan. Menjadi bagian dari itu adalah pengalaman yang luar biasa. Saya sangat, sangat bersyukur,” tambahnya.
Guardiola sendiri telah membangun warisan yang sulit ditandingi. Ia menaklukkan liga domestik di tiga negara berbeda—Inggris, Spanyol, dan Jerman—serta memegang rekor kemenangan beruntun terbanyak di Liga Primer, La Liga, dan Bundesliga.
Kata-kata Arteta pun terasa seperti pengakuan dari seorang murid kepada sang guru: penuh rasa hormat, kagum, dan kesadaran bahwa sejarah sedang ditulis oleh sosok bernama Pep Guardiola.(maq)










