Oxford Menang Lewat Adu Penalti, Manajer Baru Tersenyum di Tribun MK Stadion

Kiper Oxford, Matt jadi pahlawan bagi klubnya. Foto: via BBC

edisiana.com – Oxford United memastikan tiket ke putaran keempat Piala FA dengan cara paling menegangkan: adu penalti!

Bertandang ke markas MK Dons, The U’s menunjukkan mental baja dan keluar sebagai pemenang 4-3 dari titik putih. Matt Phillips menjadi pahlawan, dingin, tanpa ragu, mengakhiri malam penuh emosi.

Sejak peluit awal, Oxford tampil dominan. Bola dikuasai, tempo dikendalikan, dan MK Dons dipaksa bertahan. Namun sepak bola selalu kejam bagi yang lengah. Justru tuan rumah yang mencuri keunggulan.

BACA JUGA:  PGMOL Tetap Bela Wasit Tierney

Aaron Collins, dengan insting pembunuh, menuntaskan peluang dari jarak dekat 11 menit sebelum jeda. Gol cerdas yang membungkam dominasi tamu.

Gol itu menyulut kepercayaan diri MK Dons. Mereka hampir menggandakan keunggulan, tetapi Matt Ingram berdiri kokoh di bawah mistar. Penyelamatan krusial sang kiper menjaga Oxford tetap hidup.

Babak kedua baru berjalan, Oxford bangkit. Will Lankshear muncul sebagai penyelamat, menyamakan kedudukan dan menghidupkan kembali harapan.

Setelah itu, duel berubah jadi perang saraf. Ingram dan Craig MacGillivray silih berganti melakukan penyelamatan gemilang. Skor tak berubah, laga berlanjut ke perpanjangan waktu.

BACA JUGA:  Højlund Menggila di Napoli: Dua Gol, Audero Tampil Heroik

Di babak tambahan, Oxford benar-benar berkuasa—66% penguasaan bola. Peluang emas datang cepat, tapi penyelesaian akhir tak kunjung sempurna. Segalanya harus ditentukan lewat adu penalti.

Dan di sinilah drama mencapai puncaknya. Jonathan Leko dan Connor Lemonheigh-Evans gagal mengeksekusi penalti mereka. Oxford tak menyia-nyiakan kesempatan. Matt Phillips melangkah, menatap gawang, dan… GOL! Oxford melaju, MK Dons tertunduk.

Melansir BBC,  di tribun, sosok baru sudah mengamati. Matt Bloomfield, pelatih anyar Oxford, menyaksikan langsung perjuangan tim yang akan segera ia pimpin—dan melihat bukti pertama: tim ini punya karakter, nyali, dan ambisi besar di Piala FA.(maq)