edisiana.com – Senegal kembali menunjukkan mental juara. Dalam duel panas penuh tensi, Iliman Ndiaye tampil sebagai penentu nasib dan mengantar Les Lions de la Teranga ke semifinal Piala Afrika, Jumat malam, usai menundukkan Mali yang harus bermain dengan sepuluh orang.
Laga berjalan keras sejak awal. Mali kehilangan kendali ketika Yves Bissouma diganjar kartu merah, meninggalkan timnya dalam kondisi timpang. Senegal tak menyia-nyiakan momentum.
Di saat yang paling dibutuhkan, Ndiaye muncul sebagai pembeda. Golnya menjadi pukulan telak bagi Mali dan memastikan langkah Senegal terus melaju. Satu gol, satu ledakan emosi, satu tiket semifinal.
Di pinggir lapangan dan di dalam permainan, Sadio Mané kembali menjadi roh tim. Kepemimpinannya menular, ambisinya jelas.
Menurut MD, Senegal tidak sekadar ingin menang—mereka mengincar sejarah.Juara Afrika 2021 itu kini semakin dekat dengan gelar kedua mereka.
Langkah demi langkah, Senegal menegaskan diri sebagai kekuatan utama di benua hitam. Semifinal menanti. Dan Senegal datang bukan untuk berhenti.(maq)










