edisiana.com – Santos selamat. Dan di balik napas lega di Vila Belmiro, ada satu nama yang kembali menjadi pusat dunia: Neymar. Mantan bintang Barcelona itu, yang sudah berusia 33 tahun, memaksa dirinya bermain 90 menit penuh dengan lutut bermasalah untuk memastikan klub masa kecilnya tidak jatuh kembali ke Serie B.
Pada Minggu malam, Santos menghantam Cruzeiro 3-0 dan memastikan kelangsungan hidup mereka di Serie A Brasil, setahun setelah promosi.
Dan di tengah euforia itu, sang ikon mengungkapkan kabar yang tidak kalah besar: operasi lutut menunggu di masa jeda musim.
“Saya perlu istirahat dan kemudian saya akan menjalani operasi lutut ini,” ujar Neymar, seperti dikutip BBC pada Selasa ini.
Tanpa memberikan detail soal waktu pemulihan, pernyataan itu cukup menunjukkan betapa parah pengorbanan yang ia lakukan demi Santos.
Sejak kembali ke Brasil pada Januari lalu, usai hanya bermain tujuh kali dalam 18 bulan bersama Al Hilal, Neymar menjelma menjadi penyelamat.
Lima gol dalam empat laga terakhir—angka yang mencerminkan versi terbaik dirinya, meski tubuhnya berteriak kesakitan.
“Saya datang untuk ini, untuk mencoba membantu sebaik mungkin. Minggu-minggu ini sungguh berat bagi saya,” katanya, emosional.
“Saya berterima kasih kepada mereka yang telah mendukung saya. Jika bukan karena mereka, saya tidak akan bisa bermain di pertandingan-pertandingan ini karena masalah lutut ini.”
Cedera—kata yang terus menghantui karier pencetak gol terbanyak sepanjang masa Brasil itu (79 gol dalam 128 laga).
Sejak kalah dari Uruguay pada Oktober 2023, ia kesulitan kembali mengenakan seragam Seleção. Carlo Ancelotti pun sudah memperingatkan: jika mau kembali ke Piala Dunia, Neymar harus pulih total dan menemukan performa terbaiknya.
Untuk saat ini, operasi menanti. Santos selamat. Tapi Brasil, dan dunia sepak bola, kembali menahan napas menunggu apakah Neymar bisa bangkit sekali lagi.(maq)










