edisiana.com – Arsenal tengah menghadapi krisis striker musim ini, namun manajer Mikel Arteta membuktikan kepiawaiannya dalam beradaptasi. Dalam situasi sulit tersebut, Arteta menyulap Mikel Merino, yang sejatinya seorang gelandang, menjadi penyerang tengah darurat. Dan hasilnya sangat mengesankan.
Pemain asal Spanyol itu tampil tajam di posisi barunya. Ia mencetak dua gol dalam kemenangan Liga Champions melawan Slavia Praha pekan lalu. Sejauh musim ini, Merino telah mengoleksi sembilan gol dan tiga assist dari 17 penampilan sebagai “false nine”.
Performa impresif tersebut mendapat pujian dari mantan pemain Arsenal sekaligus pelatih Como, Cesc Fabregas.
“Ini langkah hebat dari Mikel, menempatkan Merino di depan. Ia tampil sangat baik sebagai ujung tombak,” ujar Fabregas, dikutip dari MetroSports, Minggu, 9 November 2025.
Meskipun tanpa Gabriel Jesus dan Kai Havertz, The Gunners tetap tampil konsisten di semua kompetisi. Musim ini, Arsenal menunjukkan peningkatan signifikan dari sisi fisik dan pertahanan.
Mereka baru kebobolan tiga gol sepanjang musim dan belum pernah kebobolan di Liga Champions — bukti solidnya lini belakang Arteta.
Fabregas menilai keseimbangan permainan Arsenal menjadi kunci keberhasilan mereka.
“Di lini depan, mereka punya gol, lapar akan kemenangan, dan kualitas tinggi. Arsenal kini lebih fokus untuk tampil solid, memanfaatkan serangan balik, atau mencetak gol dari bola mati,” tambahnya.
Transformasi taktis Mikel Arteta ini bukan hanya menjawab krisis striker Arsenal, tetapi juga menunjukkan kedalaman skuat dan fleksibilitas tim London Utara tersebut dalam mengejar gelar musim ini.(maq)










