Ter Stegen Murka: Merasa Dikhianati Barcelona, Siap Perjuangkan Tempatnya

Marc-Andre ter Stegen menggagalkan tendangan penalti. Foto: Getty

edisiana.com – Marc-André ter Stegen, kiper veteran sekaligus kapten FC Barcelona, dikabarkan sangat kecewa dan marah atas cara klub menangani masa depannya. Raksasa LaLiga itu disebut-sebut telah menyusun rencana untuk menggantikannya secara diam-diam, tanpa komunikasi langsung yang jelas dari pihak manajemen.

Menurut laporan media Spanyol Sport, Barcelona tengah dalam proses merekrut kiper muda Espanyol, Joan Garcia, yang direncanakan akan mengambil alih peran utama di bawah mistar. Selain itu, Wojciech Szczesny juga dipertahankan sebagai penjaga gawang pilihan Hansi Flick — meninggalkan Ter Stegen sebagai opsi ketiga.

Yang membuat situasi semakin panas, Presiden Barcelona Joan Laporta disebut telah memberi tahu dewan klub bahwa Ter Stegen “harus dijual” segera setelah Garcia resmi bergabung. Ini mengejutkan sang kiper, yang merasa tidak dihargai dan diperlakukan secara tidak profesional.

BACA JUGA:  Manchester City Versus Madrid, Final Paling Impian

“Tidak seorang pun memberi tahu saya tentang ini, jadi saya tidak tahu situasinya,” ujar Ter Stegen, seperti dilansir Daily Mail pada hari ini.

Ter Stegen menilai langkah ini bukan sekadar keputusan olahraga, melainkan serangan pribadi terhadap reputasi dan karakternya. Ia menduga ada pihak internal yang sengaja membocorkan informasi kepada media guna menekan dirinya agar hengkang tanpa membuat keributan.

Setelah pulih dari cedera lutut yang memaksanya absen hampir sepanjang musim lalu, Ter Stegen kini sudah kembali dalam kondisi bugar dan berniat memperjuangkan posisinya di tim utama. Ia masih terikat kontrak hingga 2028 — kontrak yang ditandatangani di bawah kepemimpinan Laporta.

BACA JUGA:  Thomas Tuchel Di-PHK, Tapi Masih Boleh Melatih Sampai Akhir Musim

Direktur olahraga Deco dijadwalkan akan bertemu dengan Ter Stegen dalam waktu dekat untuk menjelaskan posisi klub. Barcelona disebut akan menawarkan dua opsi: bertahan sebagai pelapis Garcia dan Szczesny, atau hengkang dengan kompensasi satu tahun gaji.

Namun, Ter Stegen tidak menerima opsi tersebut begitu saja. Ia merasa situasi ini mencerminkan kegagalan komunikasi dan manajemen internal yang buruk. Ia bahkan secara pribadi menyalahkan Deco dan Hansi Flick atas berkembangnya situasi ini, yang dinilainya mencemarkan nama baiknya sebagai profesional.

Apakah ini akan berujung pada kepergian Ter Stegen dari klub yang telah ia bela sejak 2014? Atau apakah sang kapten akan bertahan dan memperjuangkan tempatnya di tengah badai internal?

BACA JUGA:  Bayern Kompany, Mesin Rekor Baru: Pep Terlampaui!

Jawabannya mungkin akan segera datang — dan bisa menjadi salah satu saga terbesar di musim panas Barcelona ini.(maq)