edisiana.com – Al Nassr jatuh, tapi Cristiano Ronaldo tetap berdiri. Di tengah duel panas dan keras saat menjamu Al Qadsiah, sang megabintang kembali menorehkan gol, meski tak mampu menyelamatkan timnya dari kekalahan 1-2.
Kamis malam di Liga Pro Arab Saudi berubah menjadi arena pertarungan. Bukan sekadar adu taktik, melainkan benturan fisik tanpa kompromi.
Wasit dipaksa bekerja ekstra keras, mengeluarkan delapan kartu kuning dalam laga yang sarat tensi dan emosi.
Al Qadsiah tampil tanpa rasa takut. Nacho, Julián Quiñones, Nahitan Nández, Gastón Álvarez, Christopher Baah, Mohammed Aboulshamat, dan Ali Abdullah Hazzazi satu per satu dicatat wasit dalam buku kuning.
Dari kubu tuan rumah, Ângelo Gabriel dan Marcelo Brozovic ikut merasakan dinginnya kartu peringatan.
Gol baru lahir di babak kedua. Julián Quiñones memecah kebuntuan, disusul pukulan telak dari Nahitan Nández yang membuat Al Nassr terdiam. Stadion membeku.
Namun seperti biasa, ketika segalanya tampak gelap, Cristiano Ronaldo muncul. Menjelang akhir laga, CR7 memperkecil ketertinggalan dan menambah koleksi golnya.
Dan sebuah pengingat bahwa usia tak pernah mampu memadamkan naluri pembunuh seorang legenda. Al Nassr kalah. Tapi Ronaldo? Ia tetap menjadi berita utama.(maq)











