Di Semifinal Piala Dunia Antarklub
edisiana.com – Manajer karismatik Fluminense, Renato Gaúcho, terus membakar semangat skuadnya jelang laga berat melawan Chelsea di semifinal Piala Dunia Antarklub pada Selasa waktu setempat. Dengan mengusung mentalitas “kita melawan dunia,” sang pelatih mengubah status Fluminense dari tim yang nyaris terdegradasi menjadi kuda hitam paling mengejutkan di turnamen ini.
Klub asal Rio de Janeiro itu tiba di Amerika Serikat hanya dengan peluang 0,05 persen untuk menjuarai turnamen menurut prediksi Opta, bahkan sempat diperkirakan tersingkir di fase grup. Namun kenyataan berkata lain: mereka finis sebagai runner-up Grup F, menahan imbang Borussia Dortmund dan Mamelodi Sundowns, serta mengalahkan Ulsan Hyundai untuk lolos ke fase gugur.
Dalam waktu kurang dari tiga bulan, Renato Gaúcho mengubah wajah tim yang semula terpuruk menjadi pembunuh raksasa. Di bawah komandonya, Fluminense berhasil menyingkirkan runner-up Liga Champions, Inter Milan di babak 16 besar, serta wakil Asia, Al Hilal, di perempat final.
“Ketika saya mengatakan kami si itik buruk rupa, dengan segala hormat kepada semua klub lain, saya berbicara tentang situasi keuangan kami,” kata Renato seperti dilansir ESPN pada hari ini.
“Fluminense hanya 10% dari ukuran keuangan klub-klub besar ini. Jadi mereka memiliki semua sumber daya untuk merekrut pemain-pemain terbaik,” imbuhnya.
Meski begitu, kesenjangan finansial tidak menyurutkan tekad Renato dan pasukannya. Ia menegaskan bahwa kunci keberhasilan mereka adalah sikap dan kerja keras para pemain di lapangan.
“Yang membawa Fluminense ke semifinal adalah sikap tim saya di lapangan, konsentrasi, fokus, dan kerja keras seluruh tim,” tegasnya.
Menghadapi Chelsea, pelatih flamboyan asal Brasil itu menggambarkan pertandingan nanti sebagai “permainan catur” yang akan ditentukan oleh kedisiplinan taktis. Ia mengaku telah merancang strategi matang untuk menetralisir kekuatan The Blues, sambil tetap berusaha menguasai bola dan memainkan gaya permainan khas Fluminense.
Di sisi lawan, pelatih Chelsea Enzo Maresca memberikan pujian kepada kualitas sepak bola Brasil, mengakui bahwa pertandingan melawan Fluminense akan menjadi ujian berat. Chelsea sebelumnya sudah menghadapi dua tim Brasil di turnamen ini—kalah 1-3 dari Flamengo di fase grup dan menang 2-1 atas Palmeiras di perempat final.
“Kualitas pemain Brasil mungkin yang terbaik, kualitas terbaik,” ujar Maresca.
“Mereka bermain dengan teknik tinggi dan bertahan dengan sangat baik. Jadi ini akan menjadi pertandingan yang sulit,” sambungnya.
Fluminense kini tinggal dua langkah lagi dari keajaiban, dan di bawah komando Renato Gaúcho, mimpi itu tampak lebih nyata dari sebelumnya.(maq)










