edisiana.com – Meski kini telah resmi menjadi bagian dari Real Madrid, Kylian Mbappé masih menyimpan hubungan emosional yang rumit dengan mantan klubnya, Paris Saint-Germain (PSG). Bagi Mbappé, PSG bukan sekadar mantan klub, melainkan juga sebuah “saingan emosional” yang telah ia anggap demikian sejak lama.
Salah satu sumber ketegangan terbesar antara keduanya adalah masalah hukum yang belum sepenuhnya selesai. Mbappé diketahui menuntut PSG atas sisa hak dalam kontraknya sebesar €55 juta. Tak hanya itu, ia sebelumnya juga melayangkan tuduhan serius kepada klub asal Paris itu, yakni dugaan pemerasan.
Namun, menurut laporan L’Équipe via Mundo Deportivo pada hari ini, keluhan terkait pemerasan tersebut akhirnya ditarik oleh Mbappé. Keputusan ini diambil agar fokus hukum bisa diarahkan secara eksklusif pada aspek finansial.
Langkah tersebut juga bertujuan untuk menjaga kestabilan mental dan performa Mbappé di atas lapangan.
Baik sang pemain maupun tim di sekelilingnya kini ingin memprioritaskan aspek olahraga ketimbang perseteruan hukum, demi memastikan transisi yang mulus ke Real Madrid dan penampilan maksimal bersama klub barunya.(maq)











