edisiana.com – Spanyol kembali menunjukkan siapa penguasa sejati futsal Eropa. La Roja dinobatkan sebagai Juara Futsal Eropa untuk kedelapan kalinya setelah menaklukkan rival abadi Portugal dengan skor 5-3, Sabtu malam.
Spanyol dan Portugal saling menyerang, saling menekan, dan menolak menyerah hingga peluit akhir. Namun pada akhirnya, pengalaman dan mental juara Spanyol berbicara.
Tim asuhan Jesús Velasco tampil luar biasa, dipimpin oleh Antonio Pérez, sang MVP malam final. Pérez menggila: tiga gol dan satu assist, penampilan yang akan dikenang dalam sejarah futsal Spanyol.
Dua gol lainnya dicetak oleh José Raya dan Adolfo, menurut MD, memastikan La Roja merebut kembali mahkota Eropa sepuluh tahun setelah gelar terakhir mereka.
Portugal melawan dengan gagah berani, tetapi malam itu milik Spanyol. Dominasi kembali ke Madrid.
IRAN JUARA LEWAT ADU PENALTI
Sementara itu, ribuan kilometer dari Eropa, Jakarta menjadi saksi final paling brutal dan emosional. Indonesia dan Iran menyajikan duel yang benar-benar menegangkan hingga napas terakhir.
Iran sempat unggul lebih dulu, namun Indonesia bangkit dengan luar biasa dan mencetak tiga gol beruntun, mengguncang arena.
Tapi Iran menolak tumbang. Skor menjadi 4-4 hingga waktu normal berakhir, memaksa laga berlanjut ke extra time.
Drama belum selesai. Extra time berakhir 5-5. Segalanya harus ditentukan lewat adu penalti, momen paling kejam dalam sepak bola.
Di sinilah nasib Indonesia runtuh. Dua algojo, Dewa Amanda dan Israr Megantara, gagal menaklukkan kiper Iran. Tim asuhan Hector Souto harus menerima kenyataan pahit: kalah di titik putih, kalah di final, kalah dengan kepala tegak.
Iran keluar sebagai juara. Indonesia menang dalam keberanian, kalah dalam takdir.(maq)











