Pantai Gading Melaju ke Final Piala Afrika

Sebastian Haller merayakan kemenangan dengan tim Pantai Gading. Foto: via ESPN

edisiana.com – Tuan rumah Pantai Gading lolos ke final Piala Afrika seusai mengalahkan Kongo DR 1-0 di semifinal Rabu malam kemarin.

Gol Sebastian Haller pada menit ke-65 di Stadion Olimpiade Alassane Ouattara melanjutkan penampilan luar biasa tim Pantai Gading, yang hampir tersingkir di fase grup. Sekarang mereka akan menghadapi Nigeria di final hari Minggu mendatang.

Nigeria mengalahkan Afrika Selatan melalui adu penalti pada semifinal di Bouake pada hari yang sama.

Striker Borussia Dortmund itu melakukan start pertamanya setelah cedera pergelangan kaki. Golnya memiliki sentuhan keberuntungan ketika ia gagal melepaskan tembakan yang memantul melewati kiper Kongo Lionel Mpasi ke dalam gawang.

Haller gagal menyundul bola jarak dekat dari umpan silang tepat Wilfried Singo pada menit ke-40 untuk menunjukkan bahwa penyerang Pantai Gading itu sudah tidak mampu lagi bermain.

Dia seharusnya bisa menambah gol kedua tiga menit setelah golnya. Bermula umpan balik yang buruk membuatnya bebas dan meskipun tendangan volinya yang melewati kiper cukup cerdik, namun juga melenceng dari sasaran.

Tendangan Franck Kessie membentur tiang gawang dengan tembakan kaki kirinya yang kuat pada menit ke-42 yang membentur bagian bawah tiang, memantul jauh dari gawang saat kiper Kongo itu takluk.

Dominasi Pantai Gading saat mereka melanjutkan kebangkitan mereka setelah lolos dari babak pertama sebagai tim terakhir yang menempati posisi ketiga terbaik grup.

Kekalahan 4-0 dari negara kecil Guinea Ekuatorial dan pemecatan pelatih veteran Prancis Jean Louis Gasset kini terlupakan di tengah perayaan kapasitas penonton tuan rumah.

“Ini seperti mimpi bagi kami. Dua minggu lalu kami masih jauh dari memikirkan final. Secara keseluruhan saya pikir kemenangan ini memang layak kami dapatkan,” kata Emerse Fae, yang mengambil alih jabatan pelatih sementara seperti dilansir ESPN pada hari ini.

Peluang terbaik DR Kongo terjadi setelah pemain pengganti Theo Bongonda menggiring bola di akhir babak kedua. Sayang tembakannya membentur sisi gawang.

Kongo berusaha mencapai final pertama mereka dalam 50 tahun, sementara Pantai Gading adalah tuan rumah pertama yang mencapai final dalam sembilan turnamen terakhir sejak Mesir pada tahun 2006.

“Detail-detail kecil membuat perbedaan malam ini. Kami tahu kami mempunyai kapasitas untuk melaju ke final, namun kami menghadapi tim Pantai Gading yang sangat bagus,” kata pelatih Kongo Sebastien Desabre.

DR Kongo akan menghadapi Afrika Selatan pada perebutan tempat ketiga di Abidjan pada hari Sabtu, 9 Februari.(maq)

BACA JUGA:  Kane dan Dani Berebut Sepatu Emas