edisiana.com – Inter Milan semakin mempertegas statusnya sebagai kandidat terkuat juara Serie A musim ini. Kemenangan 2-0 atas Parma membuat Nerazzurri kini unggul empat poin di puncak klasemen, sebuah jarak yang memberi napas panjang dalam perburuan Scudetto.
Gol pembuka datang menjelang turun minum. Federico Dimarco memecah kebuntuan pada menit ke-42 lewat penyelesaian berkelas dari sudut sempit, menaklukkan Edoardo Corvi.
Sempat dianulir karena dugaan offside, gol tersebut akhirnya disahkan setelah tinjauan VAR—keputusan yang disambut lega oleh kubu Inter.
Pasukan Simone Inzaghi nyaris menggandakan keunggulan lewat Petar Sucic. Umpan matang Henrikh Mkhitaryan menemukannya di kotak penalti, namun penyelesaian akhirnya masih melenceng dari sasaran.
Drama VAR kembali hadir ketika Inter sempat merayakan gol kedua melalui Ange-Yoan Bonny. Namun kegembiraan itu tak bertahan lama.
Tayangan ulang menunjukkan Marcus Thuram lebih dulu mengontrol bola dengan tangan dalam proses terjadinya gol, sehingga wasit membatalkannya.
Thuram, bagaimanapun, menolak berakhir sebagai protagonis yang keliru. Di detik-detik akhir pertandingan, ia menebus kesalahannya dengan sempurna.
Menyambut umpan lambung akurat Nicolo Barella, penyerang Prancis itu menceploskan bola ke gawang dan memastikan kemenangan Inter dengan skor 2-0.
Di sisi lain, menurut BBC, AC Milan yang berada di posisi kedua masih memiliki peluang untuk memangkas jarak menjadi satu poin saat menjamu Genoa malam ini.
Namun untuk sementara, Inter berdiri sendirian di puncak—penuh keyakinan dan semakin dekat dengan mahkota Serie A.(maq)











