Ronaldo: Sekarang Tidak Ada Rival-rivalan

Ronaldo selebrasi dengan Mane, rekan satu timny. Foto: Getty via ESPN

edisiana.com – “Sekarang saya tidak melihat hal seperti itu, rivalitas sudah hilang. Kami telah melakukannya dengan baik, kami telah mengubah sejarah sepakbola. Kami dihormati di seluruh dunia, itu yang paling penting.”

Penegasan itu dilontarkan oleh Cristiano Ronaldo dikutip dari ESPN pada hari ini. Ronaldo berharap fan tidak membenci Messi dan juga sebaliknya.

Duo bintang ini telah mendominasi olahraga ini selama lebih dari satu dekade. Memenangkan total 79 trofi dan menjadi satu-satunya dua pemain yang masing-masing mencetak lebih dari 800 gol.

“Ia mengikuti jejaknya dan saya pun mengikuti jejak saya, terlepas dari bermain di luar Eropa. Dari apa yang saya lihat, ia tampil baik, begitu pula saya. Warisannya tetap hidup, namun saya tidak melihat persaingan seperti itu,” tambahnya menjelaskan.

Menurutnya, selama 15 tahun, dia dan Messi bersaing di panggung bola Eropa. Dan saling menghormati satu sama lainnya. Kendati bukan teman dekat. “Saya tidak mengatakan kami berteman, saya belum pernah makan malam dengannya, tapi kami adalah rekan kerja profesional,” ujarnya.

Sejauh ini Ronaldo memenangkan gelar pertamanya bersama klub Liga Pro Saudi Al-Nassr. Dan mengangkat Piala Champions Klub Arab bulan lalu.

Kapten Portugal itu telah mencetak 850 gol dalam kemenangan 5-1 hari Sabtu di Al Hazem. “Ini adalah peristiwa bersejarah,” kata Ronaldo.

“Bagi saya, merupakan suatu kebanggaan atas angka-angka yang saya raih, yang menurut saya tidak dapat saya capai. Tetapi saya ingin lebih. Saat bermain, standarnya harus tinggi, berpikir besar,” sambungnya.

Peraih Ballon d’Or lima kali itu pun bangga bisa menjadi pionir pemain bintang lainnya yang bergabung di Liga Arab. Kini bintang lainnya, misal Karim Benzema, N’Golo Kante pun bergabung dengan juara bertahan Liga Pro Saudi Al Ittihad.

Kemudian disusul kiper Chelsea Mendy ke Al Ahli, dan mantan Koulibaly bergabung dengan Al Hilal.(maq)

BACA JUGA:  Italia Dapat “Nyawa Kedua”? Peluang Tak Terduga Menuju Piala Dunia 2026