Kisah Pep Guardiola, Pelatih Hebat (Bagian-2): Pernah Bermimpi Jadi Pemain Manchester United

Suatu hari nanti Pep Guardiola bisa saja jadi pelatih Manchester United karena dia pernah bermimpi bisa menjadi pemain MU. Foto: EN

Bola, edisiana.com Kala itu sore pada bulan April 2001. Pep Guardiola menyelinap dari pintu belakang. Dia menemui presiden Barcelona, Joan Gaspart. Pep bilang, ia mau pergi. Joan Gaspart pun terkejut dan langsung bertanya. “Kapan, sekarang juga?” tanya Gaspart seperti dilansir Lifeblogger.

Pep mengangguk. Dia meminta kepada Joan Gaspart untuk menemani konferensi pers esok harinya. Tapi Gaspart menyatakan tak bisa karena sudah memesan tiket terbang ke Swiss. Dan jadwal itu tidak bisa ditunda.

Akhirnya Pep jumpa pers sendiri. Ia menyatakan kepada wartawan untuk pindah ke Liga Inggris. “Saya tidak tahu mau ke mana. Tapi saya punya gairah di Inggris,” tuturnya.

BACA JUGA:  Hotspurs Menang Tanpa Kane

Kala itu impian Pep bergabung dengan Manchester United. Namun sayang, harapannya pupus. Dia malah pindah ke klub kecil Italia. Namanya, Brascia Calcio. Dia lalu melompat ke Roma.

Pep menamatkan karir pemain bolanya justru di Meksiko. Ia bersama Deportivo Darados de Sinaloa pada usia 34 tahun. Pelatihnya sendiri dari Spanyol, Juanma Lillo. Namun Pep hanya bertahan 18 bulan di sana. Kemudian memutuskan untuk pensiun.

Pada tahun 2007 ia resmi diangkat menjadi manajer Barcelona B. Cukup satu tahun Pep dipromosikan ke Barcelona senior. Empat musim bersama Barcelona, anak desa itu mengumpulkan banyak Piala bergengsi. Dengan 14 gelar.

Namanya melejit. Selain bisa memperoleh banyak gelar buat Barca, Pep juga menciptakan pemainan bola indah. Yakni tiki taka. Timnas Spanyol pun akhir jadi ikut-ikutan pola pemain anak dari Valenti dan Sala itu.

BACA JUGA:  Striker Chelsea Dapat Panggung di Tangier, Cetak Dua Gol di Piala Afrika

Selama satu tahun Pep istirahat. Dia berhenti jadi palatih Messi dkk. Hijrah ke Amerika untuk liburan. Setelah satu tahun kemudian ia berlabuh ke Jerman. Menjadi pelatih Bayern Munchen. Selama berapa musim di sana, Pep tidak semoncer di Barca. Bayern hanya dominan dengan Piala Bundesliga, tanpa Piala Champions yang paling bergengsi di Eropa.

Pep mengakhiri karirnya di Bayern Munich. Pindah ke Manchester City. Di sana, dia bergabung dengan rekan setim di Barcelona.

BACA JUGA:  Chelsea Siap Keluarkan Dana Rp1,6 T untuk Frenkie De Jong

Di Kota Manchester, pelatih yang selalu penampilan rambut plontos itu memecahkan rekor. Dua kali meraih piala Liga Premier League secara beruntun. Dan saat ini, tengah memburu gelar ketiganya. Yang mulai nampak karena dalam dua pekan ini memegang puncak klasemen. Dan 13 kali menang secara beruntun di semua ajang kompetisi. Selamat Pep. Lanjutkan perjuanganmu! (habis/maq)