edisiana.com – Tahun baru tak membawa harapan bagi West Ham United. Justru sebaliknya, mimpi buruk terus berlanjut di London Stadium.
The Hammers kembali terkapar di hadapan publik sendiri setelah kalah 1-2 dari Nottingham Forest, tim yang justru tengah berjuang menjauh dari zona degradasi.
Forest lebih dulu memberi peringatan.
Neco Williams hampir membungkam stadion lewat tendangan melengkung dari jarak 20 yard, namun Alphonse Areola tampil heroik dengan penyelamatan akrobatik, menepis bola melewati mistar gawang.
Ironisnya, West Ham unggul lebih dulu pada menit ke-13 lewat gol yang sepenuhnya merupakan hasil kesalahan Forest sendiri.
Omari Hutchinson mencoba melakukan gerakan Cruyff turn di dekat bendera sudut wilayahnya, tetapi kehilangan bola dan hanya mampu menghadiahkan sepak pojok.
Dari situ, Tomás Soucek menyambut umpan Summerville, dan Murillo tanpa sengaja menyundul bola ke gawangnya sendiri.
Forest nyaris menyamakan kedudukan menjelang turun minum. Callum Hudson-Odoi melepaskan tembakan melengkung yang hanya bisa berakhir di mistar gawang, membuat West Ham selamat sesaat.
Babak kedua langsung diwarnai kontroversi. VAR melakukan pemeriksaan singkat terkait dugaan handball Soucek di kotak penalti, namun sang gelandang lolos dari hukuman. Meski demikian, Forest setidaknya layak mendapatkan sepak pojok, yang tak pernah diberikan.
Di sisi lain lapangan, West Ham sempat bersorak. Tembakan Kyle Walker-Peters yang diblok jatuh ke kaki Summerville, yang lalu menghantam bola keras ke gawang.
Namun kegembiraan itu dipatahkan VAR. Castellanos dinyatakan berada dalam posisi offside dalam rangkaian proses gol tersebut.
Forest akhirnya mendapat ganjaran atas kegigihan mereka. Nicolás Domínguez menyambut sepak pojok Elliot Anderson di tiang dekat, dan sundulannya melambung melewati Walker-Peters di tiang jauh untuk menyamakan kedudukan.
Nuno Espírito Santo memasukkan penyerang keduanya, Pablo Felipe, namun frustrasi sang pelatih memuncak. Protes kerasnya terhadap keputusan wasit membuatnya diganjar kartu kuning.
Drama belum berakhir.
Kiper Forest, Matz Sels, tampil gemilang dengan penyelamatan ganda untuk menggagalkan peluang Walker-Peters dan Castellanos, sebelum Jarrod Bowen diblok secara heroik oleh Murillo pada detik-detik krusial.
Petaka West Ham datang dari situasi bola mati. Areola keluar untuk menghalau sepak pojok, namun bola justru mengenai wajah Morgan Gibbs-White. Wasit Tony Harrington menunjuk titik putih, dan sang kapten Forest mengeksekusi penalti dengan sempurna.
Skor 1-2 mengunci malam kelam lainnya bagi West Ham. Kekalahan ini bukan sekadar hasil buruk, melainkan sinyal bahaya.
Melansir ESPN, untuk pertama kalinya, degradasi ke Championship kini bukan lagi sekadar ancaman jauh, melainkan bayangan nyata yang mulai menghantui London Timur.(maq)










