Boulbina Manjadi Dewa Penyelamat Aljazair

Boulbina saat mencetak gol untuk Aljazair. Foto: via MD

edisiana.com – Saat semua orang sudah bersiap untuk adu penalti, Boulbina berkata: belum. Di menit ke-119, ketika napas hampir habis dan kaki terasa berat, ia muncul sebagai pahlawan untuk mengirim Aljazair ke perempat final Piala Afrika.

Aljazair harus menderita. Dan menderita lama.Republik Demokratik Kongo tampil disiplin, rapat, dan tanpa kompromi. Mereka menutup setiap ruang, menjaga gawang dengan harga mati.

Ekspektasi tinggi di pundak Aljazair berubah menjadi tekanan yang menyesakkan.

Selasa malam itu berjalan seimbang. Nyaris tanpa celah. Setiap duel terasa seperti final. Waktu normal berlalu tanpa pemenang.

Perpanjangan waktu pun tampak menuju takdir yang sama: adu penalti. Namun di saat terakhir, muncul satu momen keajaiban.

Boulbina mengambil alih panggung. Di menit ke-119, ia melepaskan gol spektakuler—jenis gol yang mematahkan hati lawan dan mengangkat seluruh bangsa.

BACA JUGA:  Pemain Spurs Dilanda Cedera dan Sakit Jelang Hadapi Newcastle

Sebuah sentuhan jenius di saat paling krusial. Stadion meledak. Bangku cadangan Aljazair tumpah ke lapangan. Republik Demokratik Kongo terdiam.

Gol itu bukan sekadar gol kemenangan.
Itu adalah gol sejarah. Gol yang akan selalu dikenang. Aljazair hidup. Aljazair melaju. Menukil MD, berkat Boulbina, mimpi Piala Afrika masih terus berlanjut.(maq)