Galtier Dibuang, Enrique Resmi Menjadi Manajer PSG

Luis Enrique menjabat sebagai manajer PSG sampai 2025. Foto: Daylimail

edisiana.com – Paris Saint-Germain telah mengumumkan Luis Enrique sebagai manajer baru mereka. Mantan bos Barcelona itu menggantikan Christophe Goltier yang baru saja dipecat.

Enrique menganggur sejak meninggalkan Spanyol pada akhir Piala Dunia. Dan ini adalah pekerjaan pertamanya di manajemen klub sejak kepergiannya dari Barcelona pada Mei 2017. 

“Saya senang bisa bergabung dengan Paris untuk menikmati pengalaman baru. Sangat menyenangkan bertemu orang baru, tinggal di kota ini, belajar bahasa baru dan, yang terpenting, mengelola PSG,” kata Enrique dinukil dari Daylimail pada Kamis ini.

Enrique sebelumnya juga masuk dalam daftar pilihan Chelsea dan Tottenham sejak ia meninggalkan Spanyol menyusul kekalahan babak 16 besar mereka dari Maroko di Qatar. 

Mantranya di Barcelona sukses besar memenangkan gelar LaLiga, trofi Liga Champions, dan Copa del Rey dalam tiga kesempatan.  

Galtier hanya bertahan satu musim sebagai pelatih usai dipekerjakan pada Juli 2022. Pemecatannya terjadi meski membawa PSG ke Ligue 1 dan gelar ganda Trophee des Champions.  

Klub mengakui kesuksesan dan profesionalismenya selama musim bertugas di Paris.

“Pada akhir 2022-2023, Paris Saint-Germain dan Christophe Galtier telah memutuskan untuk mengakhiri kontrak kepelatihan tim utama mereka,” ujar klub PSG.

“Klub ingin menekankan profesionalisme dan komitmennya, yang memungkinkan Rouge & Bleu memenangkan gelar Kejuaraan Prancis kesebelas yang bersejarah serta Trophy des Champions,” dalam rilis klub tersebut.

Terlepas dari kesuksesan domestiknya, masa jabatan Galtier dinilai dari penampilannya di Liga Champions.

Raksasa Prancis itu tersingkir di babak 16 besar setelah menang agregat 3-0 untuk Bayern Munich. Selain itu juga banyak masalah di luar lapangan selama masa jabatan Galtier, yaitu perjalanan tanpa izin Lionel Messi ke Arab Saudi selama pertandingan Ligue 1. 

Gelar Ligue 1 tersebut menutupi celah di klub, dengan PSG memulai tahun 2023 dengan cara yang sangat buruk karena tersingkir dari Piala Prancis dan Liga Champions pada pertengahan Februari, dan hanya menang empat kali dalam 11 pertandingan.(maq)

BACA JUGA:  Manajer Jerman: Kami Tidak Bisa Menahan Air Mata Ini