Inzaghi: Inter Tidak Takut sedikit pun Melawan City

Simone Inzaghi akan berusaha untuk menggagalkan treble City. Foto: Daylimail

edisiana.com – Bos Inter Milan Simone Inzaghi menegaskan timnya tidak perlu takut sedikit pun melawan Manchester City yang tengah mengejar treble winner.

Inter adalah tim underdog melawan tim Pep Guardiola , yang telah merebut Liga Premier dan Piala FA. Sekarang akan mencapai keabadian sepakbola jika mereka mengalahkan Inter di Istanbul untuk merebut gelar Liga Champions pertama klub.

Namun Inzaghi telah memenangkan tujuh final piala selama masa tugasnya di Lazio dan Inter dan yakin timnya dapat menimbulkan masalah bagi City.

“Saya suka mendapat julukan Raja Piala,” kata Inzaghi, adik dari mantan striker AC Milan dan Italia Filippo Inzaghi seperti dilansir Daylimail pada Senin kemarin.

“Saya selalu memiliki tim yang kuat di Lazio dan Inter dan di final yang menentukan kami selalu menyerang dan bertahan dengan baik. Kami akan melakukan hal yang sama melawan City,” imbuhnya menegaskan.

Pep Guardiola, dia melanjutkan, adalah pelatih terbaik di dunia. Dengan dibuktikan dengan raihan tropinya di Barcelona, Bayern Munich dan City.

BACA JUGA:  Penonton Messi Tembus 60 Ribu Lebih



“Dan saya akan selalu mengatakan itu, tetapi kami tidak takut, meskipun kami sangat menghormati City,” ujarnya.

“City telah mengejar gelar Liga Champions selama bertahun-tahun. Apakah itu memberi kita keunggulan psikologis? Lihat saja. Ini adalah pertandingan yang sangat penting bagi kedua klub,” sambung Inzaghi.

Inter akan memiliki rasa Liga Premier yang kuat di tim mereka, dengan mantan penyerang City Edin Dzeko, mantan pasangan Manchester United Romelu Lukaku dan Henrikh Mkhitaryan.

Romelu Lukaku, pemain pinjaman dari Chelsea berharap untuk memainkan peran mereka.dan Inzaghi telah mempelajari kemenangan City atas United di final Piala FA Sabtu lalu dan tidak memiliki ilusi tentang besarnya tugas Inter.

“Semakin saya menonton pertandingan itu, semakin saya mengerti mengapa mereka mendapatkan hasil tersebut,” katanya.

“Mereka adalah tim yang lengkap, secara teknis dan fisik. Tapi kami telah menunjukkan sepanjang perjalanan kami ke final bahwa kami bisa bersaing. Kami harus membatasi waktu mereka dalam menguasai bola dan menutupi setiap jengkal lapangan,” pungkasnya.(maq)