edisiana.com – Keputusan besar mengguncang Singa Atlas. Walid Regragui resmi tidak lagi menjabat sebagai pelatih tim nasional Morocco national football team, hanya kurang dari 100 hari sebelum dimulainya FIFA World Cup.
Pemecatan ini datang setelah kekecewaan pahit di final Africa Cup of Nations beberapa minggu lalu, ketika Maroko harus mengakui keunggulan Senegal national football team.
Final tersebut langsung tercatat sebagai salah satu yang paling dramatis dalam sejarah turnamen.
Pertandingan diwarnai berbagai kontroversi dan momen tak terlupakan. Mulai dari pemain Senegal yang sempat meninggalkan lapangan hingga kegagalan penalti Panenka dari Brahim Díaz yang menjadi salah satu titik balik laga.
Regragui sendiri yang mengumumkan perpisahan itu kepada publik. Melalui akun Instagram pribadinya, ia menyampaikan pesan singkat namun emosional.
“Selalu Maroko. Tuhan, Negara, Raja. Terima kasih,” tulisnya, disertai video perpisahan dinukil dari MD pada hari ini.
Kepergian pelatih yang membawa Maroko ke era kompetitif ini memaksa federasi bergerak cepat. Dalam beberapa minggu terakhir mereka aktif mencari sosok pengganti yang mampu mengambil alih tim dalam waktu singkat.
Salah satu nama yang sempat dihubungi adalah Xavi Hernández. Namun mantan pelatih FC Barcelona itu menilai waktunya terlalu sempit untuk membangun proyek baru dengan persiapan yang terbatas.
Nama Jorge Sampaoli juga sempat menguat sebagai kandidat utama, tetapi kemungkinan tersebut kini mulai meredup.
Menurut laporan surat kabar Maroko Le 360, kandidat terdepan justru datang dari internal: Mohamed Ouahbi. Pelatih tim U-20 yang sukses membawa Maroko menjuarai Piala Dunia di Chile itu disebut-sebut akan menjadi nakhoda baru Singa Atlas.
Dengan waktu yang terus berjalan menuju Piala Dunia, Maroko kini menghadapi perlombaan melawan waktu untuk menstabilkan tim dan menjaga ambisi mereka tetap hidup di panggung terbesar sepak bola dunia.(maq)











