edisiana.com – Ajax Amsterdam tak memberi ruang bernapas. Baru dua menit laga berjalan, gol sudah tercipta. Sean Steur membuka pesta setelah menerima assist Rayane Bounida, lalu melepas tembakan keras dari luar kotak penalti ke sudut kanan bawah gawang. Cepat, bersih, mematikan.
Tekanan berlanjut tanpa henti. Dua menit berselang, Lucas Rosa nyaris menggandakan keunggulan, namun sepakan kaki kirinya dari tengah kotak penalti masih bisa diamankan Nick Gillekens. Kiper Seraing langsung dipaksa bekerja ekstra.
Don-Angelo Konadu ikut mengancam. Tembakan terarahnya ke sudut kanan bawah kembali digagalkan refleks Gillekens. Seraing bertahan, Ajax menyerang bergelombang.
Ketimpangan semakin terasa. Bounida menghantam mistar gawang. Lucas Rosa mendapat penalti, tetapi lagi-lagi Gillekens menjadi penyelamat. Ajax mendominasi, namun gol kedua belum datang.
Hingga akhirnya, frustrasi itu pecah. Konadu mencatatkan namanya di papan skor lewat serangan balik cepat. Dari jarak sangat dekat, sepakan kaki kanannya menembus tengah gawang. 2-0, kelegaan di bangku Ajax.
Babak kedua baru berjalan enam menit saat Kenneth Taylor memperlebar jarak. Menit ke-51, sepakan akuratnya mengarah ke sudut kiri bawah. Tanpa ampun.
Dengan penguasaan bola mencapai 65 persen, Ajax menutup laga dengan sentuhan estetika. Mika Godts menyempurnakan kemenangan.
Dari tengah kotak penalti, ia mengirim bola ke sudut kanan bawah gawang. Gol indah untuk penutup malam dominasi total.
Ajax berpesta. Seraing hanya bisa bertahan. Skor akhir: 4-0.(maq)









